Berkah Ramadan

Inilah Takaran Zakat Fitrah yang Biasa Digunakan Rasulullah

Idulfitri hanya menyisakan hitungan hari. Salah satu yang wajib dilaksanakan warga muslim menjelang salat Ied adalah melaksanakan zakat fitrah yang

Inilah Takaran Zakat Fitrah yang Biasa Digunakan Rasulullah
Banjarmasinpost.co.id/Dhani
(Ilustrasi) Panitia amil zakat di salah satu musala di Kota Banjarmasin mengumpulkan beras zakat dari warga. 

BANJARMASINPOST. CO.ID.MARTAPURA - Idulfitri hanya menyisakan hitungan hari.

Salah satu yang wajib dilaksanakan warga muslim menjelang salat Ied adalah melaksanakan zakat fitrah yang ditandai dengan menyerahkan beras.

Bagi warga muslim yang ingin melaksankan kewajibannya mengeluarkan zakat fitrah seperti yang dilaksanakan Rasulullah maka bisa memiliki alat ini.

Namanya Mud Nabawi. Alat inilah yang digunakan Rasulullah untuk menakar zakat fitra yang dikeluarkan beliau.

KHP Wardiansyah mengatakan Mud Nabawi ini digunakan Rasulullah untuk menakar zakat fitrah uang dikeluarkan.

Satu jiwa, bebernya, dengan menggunakan mud Nabawi ini takarannya empat mud Nabawi.

"Saat itu, Rasulullah mengeluarkan zakat fitrah berupa gandum makanan pokok Rasulullah Gandum. Sedangkan, kita karena makanan pokoknya beras maka kita mengeluarkan zakat fitrahnya beras," kata Pengasuh Ponpes Hidayatullah Taman Hudaya Martapura ini.

Menurutnya, takaran liter untuk mengukur banyaknya beras yang diserahkan yakni sebanyak 3,5 liter sebenarnya tidak salah.

Namun jika ingin mengkuti bagaimana Rasulullah berzakat maka sebaiknya mengunakan alat ini.

"Mud Nabawi ini juga digunakan Rasulullah untuk berwudhu. Oleh Rasululah, Satu mud ini cukup untuk satu kali wudhu," ujarnya.

Untuk mendapatkan Mud Nabawi ini, Dia mendapatkannya dari seorang pengrajin di Pesayangan.

Pengrajin ini, berasal dari Nagara. Namun, untuk membuat Mud Nabawi ini harus berijazah dengan ulama yang berijazah dari ulama terdahulu.

"Kalau saya sih pakai ini. Kita ingin mengikuti berzakat seperti Rasulullah," katanya. (BANJARMASINPOST.co.id/hari widodo)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved