Berita Banjarbaru

Ada Apa, Warga Tuding Pemko Abaikan Jalan Pelita, Empat Tahun Dibiarkan Rusak

Sudah empat tahun warga Jalan Pelita RT5 RW4 Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Lianganggang harus melewati jalan rusak, berlubang dan becek.

Ada Apa, Warga Tuding Pemko Abaikan Jalan Pelita, Empat Tahun Dibiarkan Rusak
Halaman 2 Harian Metro Banjar Edisi Cetak Jumat (23/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sudah empat tahun warga Jalan Pelita RT5 RW4 Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Lianganggang harus melewati jalan rusak, berlubang dan becek.

Jalan tersebut sebenarnya sudah diaspal sejak tujuh tahun lalu. Ternyata tidak berumur panjang. Kondisinya malah cukup menyiksa warga. Penuturan seorang di antaran yang sedang melintas, Marto, rasanya seperti naik odong-odong. "Naik, turun, naik, turun. Kayak naik odong-odong," keluhnya, Kamis (22/6).

Menurutnya, warga sudah lama mengeluhkan jalan yang tak kunjung diperbaiki pemko. Sampai sekarang pun tak ada tanda-tanda akan diperbaiki.

Pantauan di lokasi, kondisi jalan memang tampak memprihatinkan. Banyak lubang besar dan kecil, juga genangan. Cukup becek. Terlihat tanahnya yang lembek, seperti tak pernah diaspal.
Bahkan di beberapa bagian, ada yang belum pernah diaspal. Jalan hanya berupa jalan tanah yang dibuat lebar untuk satu mobil.

Ketua RT setempat, Jumran, sudah sering kali mengirim proposal ke pemko untuk minta perbaikan jalan. Namun tetap tak ada tanggapan. “Kami sudah pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa lagi agar jalan kami diperbaiki. Proposal sudah. Diusulkan dalam musrenbang juga sudah juga. Tetap tidak ada tanggapan," ujarnya.

Ia pun menambahkan, kawasan setempat dihuni sekitar ratusan warga. Kebanyakan adalah petani dan buruh. "Kerusakan jalan ini seperti diabaikan. Apa karena warga kami banyak buruh dan petani, sehingga seperti dianaktirikan," tukasnya.

Katanya, akibat jalan yang rusak, sering kali malam, petani jatuh dari kendaraan saat membawa sayur-mayur. Pada pukul 03.00 pagi, para petani sudah membawa sayur ke pasar. Dirinya merasa kasihan, niat mereka ingin berjualan, justru jatuh di jalan akibat jalan rusak.

Panjang jalan yang sudah diusulkan sekitar 1.200 meter. Penyebab rusak, diduga kuat karena lapisan aspalnya tipis. Oleh karena itu dalam waktu tiga tahun jalan mengalami rusak parah.

"Biar pejabat pemerintah kota melihat sendiri kondisi jalan kami," ceplosnya.

Kabid Cipta Karya Dinas PUTR Kota Banjarbaru, Muriani, saat dikonfirmasi, malah mengaku tidak pernah melihat atau menerima proposal berisi permohonan perbaikan. Bahkan yang musrenbang pun, tidak ada juga. Meski begitu, dirinya berjanji akan segera memeriksa ke lokasi.

"Kami melakukan perbaikan jalan dari usulan musrenbang di kelurahan. Usulan itulah yang kami jadikan patokan untuk perbaikan jalan," ujarnya.

Kini tambahnya pihaknya fokus pada perbaikan jalan dibanding pembangunan gedung. Namun menyesuaikan dengan dana yang ada. "Dana terbatas, bahkan semakin berkurang," tutupnya. (rii)

Baca lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Cetak Jumat (23/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved