Serambi Ummah

Ancaman Obesitas Hingga Diabetes, Cerdas Konsumsi Makanan dan Minuman Saat Lebaran

Bila tidak direm, maka bisa terjadi yang disebut balas dendam makan ketika lebaran. Padahal, perilaku ini tidak baik bagi kesehatan.

Ancaman Obesitas Hingga Diabetes, Cerdas Konsumsi Makanan dan Minuman Saat Lebaran
Halaman G Koran Jumat Serambi Ummah Edisi Jumat (23/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ramadan 1438 Hijriah segera meninggalkan kita dan Idulfitri pun tiba. Merayakan Idulfitri, Hari Kemenangan, selain diisi dengan silaturahmi dan saling memaafkan dengan sanak saudara, teman juga dijamu dengan aneka sajian.

Aneka makanan menggoda selera terhidang di meja, dari yang berlemak hingga yang manis-manis. Semuanya tampak menggiurkan, apalagi setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.

Bila tidak direm, maka bisa terjadi yang disebut balas dendam makan ketika lebaran. Padahal, perilaku ini tidak baik bagi kesehatan. Beragam penyakit pun mengancam, dari obesitas hingga kolesterol.

Warga Banjarmasin, Abdus mengatakan, baginya tidak ada istilah balas dendam menyantap makanan pascalebaran. Hanya saja ingin menikmati makanan, mencicipi aneka rasa.

"Kan tersaji semua, rasa ingin menikmati semua. Mudah-mudahan terhindar dari sifat tamak," kata Abdus.

Dia mengatakan, makan sesuai anjuran agama, yakni tidak berlebihan. Dirinya menyadari, makan yang berlebihan kurang bagus bagi kesehatan.

Warga Banjarmasin lainnya, akrab disapa Fa'i juga mengatakan, tidak ada istilah balas dendam. Dirasanya wajar setelah berpuasa ingin menikmati atau menyantap aneka makanan.
"Tetapi menyesuaikan juga, kan tidak mungkin makan terus. Tidak boleh juga balas dendam," ujarnya.

Menurut Fa’i, anggapan atau istilah makan balas dendam hanya populer di kalangan anak-anak. “Kalau bagi yang sudah berakal dan berumur, tentu sudah memahami dan menyadari bahaya segala sesuatu yang berlebihan,” katanya.

Ahli gizi dari RSUD Ulin Banjarmasin, Wahyu Hardi Prasetiyo mengatakan, isi lambung ada tiga yakni, makanan, udara dan air. Jangan semua diisi oleh makanan, jika semua mengisi lambung dengan makanan maka tidak jarang susah buang air besar karena kurang mengonsumsi air putih.

“Bodoh jika pascalebaran ada istilah balas dendam. Harus cerdas. Apalagi bagi yang mempunyai riwayat hyper kolesterol, hipertensi,” kata Wahyu Hardi Prasetiyo.

Bagi yang punya riwayat penyakit hipertensi, jangan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam.

“Sedangkan penderita diabetes, sebaiknya hindari makanan yang banyak mengandung gula atau yang manis-manis,” ujarnya. (has)

Halaman A Koran Jumat Serambi Ummah Edisi Jumat (23/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help