Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Gara-gara Ikuti Gadis Warung Jablai ke Jamban, Pria Ini Tega Bunuh Tetangganya

“Kronologi jelasnya, saya tak tahu persis. Tapi informasi saya terima, saat itu Diki dan Rian bertemu di pinggir sungai"

Gara-gara Ikuti Gadis Warung Jablai ke Jamban, Pria Ini Tega Bunuh Tetangganya
dokumen
Metro Banjar edisi Sabtu (24/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Gara-gara menaksir perempuan yang sama, pertemanan Rian (18) dan Diki (26) berujung duka. Rian tega membunuh Diki di pinggir sungai di Desa Pasting, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah, Kamis (22/6) sekitar pukul 21.30 Wita.

Kades Kindingan, Yusni, menceritakan sebelum pembunuhan itu terjadi, Rian dan Diki, keduanya warga Desa Kindingan Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah, sama-sama main ke warung malam, yang oleh warga HST dikenal dengan sebutan warung jablai.

“Kronologi jelasnya, saya tak tahu persis. Tapi informasi saya terima, saat itu Diki dan Rian bertemu di pinggir sungai, lalu berkelahi. Dalam perkelahian itu Diki terluka tusuk dan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit,” kata Yusni, Jumat (23/6).

Yusni mengatakan, Rian dan Diki berkelahian karena menyukai seorang perempuan yang sama. “Kabar yang saya terima, Rian membunuh karena cemburu dengan Diki. Saat itu Diki bersama seorang perempuan yang juga ditaksir oleh Rian,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Unit Reserse Mobile Satreskrim Polres HST, dipimpin Kasat Reskrim Aris Munandar, berhasil meringkus Rian di rumahnya Desa Kindingan, HST, Jumat (23/6) siang.

Kapolres HST AKBP Mugi Sekar Jaya, didampingi Kasat Reskrim AKP Aris Munandar, menjelaskan sebelum melakukan penangkapan terhadap Rian, pihaknya terlebih dahulu mengumpulkan keterangan para saksi.

“Selain warga setempat kami juga meminta keterangan gadis pemilik warung yang ditaksir tersangka dan korban,” kata Mugi.

Sebelum melakukan penangkapan terhadap Rian, kata Mugi, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendekatan terhadap keluarga Rian, yang dibantu aparat desa setempat, termasuk kades.

“Alhamdulillah, pihak keluarga memahami hingga proses penjemputan tersangka lancar,” ujarnya.

Mugi mengatakan, perkelahian itu berawal dari tersangka dan korban sama-sama ke warung malam yang dijaga seorang gadis. Saat korban dan pelaku santai di warung, tiba-tiba gadis warung itu pamit hendak ke jamban di pinggir sungai desa. “Jaraknya sekitar 100 meter dari warung,” ujarnya.

Saat si gadis pergi, korban membuntutinya. Rupanya hal itu membuat cemburu perlaku. Pelaku kemudian menyusul ke pinggir sungai. “Di pinggir sungai terjadi cekcok, hingga perkelahian,” ujarnya.

Selengkapnya baca harian Metro Banjar, Sabtu (24/6/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id/metro

Metro Banjar edisi Sabtu (24/6/2017)
Metro Banjar edisi Sabtu (24/6/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved