Seputar Kaltim

Polisi Cantik Ini Ternyata Satu-satunya Wanita di Tim Gegana Polda Kaltim

Tidak sembarang anggota polisi dapat masuk dalam tim Gegana, namun wanita kelahiran Samarinda tahun 1994, bernama Dea Marchelina berpangkat Bripda

Polisi Cantik Ini Ternyata Satu-satunya Wanita di Tim Gegana Polda Kaltim
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Bripda Dea Marchelina bersama tim dari Subden III Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim, mengamankan benda yang diduga bom di Jalan P Suryanata. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Tidak sembarang anggota polisi dapat masuk dalam tim Gegana, namun wanita kelahiran Samarinda tahun 1994, bernama Dea Marchelina berpangkat Bripda itu dapat menembus tim khusus penjinak bom tersebut, di Subden III Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim.

Tercatat, Bripda Dea pernah turut andil dalam pengamanan benda yang dicurigai bom di salah satu bank di jalan P Suryanata pada beberapa waktu lalu.

Saat itu, dengan menggunakan perlengkap lengkap, wanita manis berkulit putih ini tampak sangar, saat mengamankan area tersebut dari warga, yang berkumpul untuk melihat proses evakuasi benda yang diketahui merupakan bom palsu itu.

"Kita memang dituntut tegas, karena saat itu kita tidak tahu, apakah itu bom betulan atau palsu, karena jarak antara benda yang diduga bom, dengan warga cukup dekat. Karena kita tidak ingin ada korban jiwa, kalau seandainya itu benar-benar bom," ucapnya.

Bripda Dea sendiri merupakan satu-satunya wanita di tim Gegana yang bertugas di kawasan Samarinda ini, kendati demikian dirinya tidak merasa minder dan ragu, karena selama bertugas berada dianatara pria.

Bahkan, dirinya merasa bangga, karena tidak semua anggota polisi dapat bergabung di tim tersebut.

Selain itu, dengan kerapnya dia terjun langsung ke lapangan, dia juga ingin membuktikan bahwa Polwan tidak hanya bertugas sebagai staf di kantor saja, namun juga dapat ditigaskan di lapangan, di lokasi-lokasi yang berbahaya.

"Polwan tidak hanya di kantor saja, tapi juga bisa di lapangan, bersama polisi laki-laki lainnya. Saya bangga dapat bergabung dengan pasukan ini, karena tidak semua polisi dapat bergabung," ungkap anak bungsu dari dua bersaudara itu.

Selain itu, dirinya juga turut dalam pengamanan di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, yang saat itu terdapat ratusan warga yang menuntut kejelasan menganai tewasnya salah satu keluarganya, yang diduga tewas saat pemeriksaan oleh anggota BNNP.

"Sama dengan yang terjadi di BNNP, saat itu banyak orang yang tengah emosi, kita harus tenangkan mereka, dan kita tidak boleh tersulut emosi juga," ucap angkatan 42 Polwan itu.

Dia pun mengaku sudah cocok ditempatkan di tim Gegana. Kendati demikian, dirinya mengaku siap ditempatkan di unit manapun.

"Saya udah senang aja di pasukan Gegana. Dan, sekarang kita harus lebih waspada lagi, terlebih belum lama ini ada anggota polisi yang jadi korban pembunuhan, yang diduga dilakukan oleh teroris. Kalau kemana mana pakai seragam, harus berdua, tidak boleh sendirian," tuturnya. (TRIBUNKALTIM.co)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved