BPost Edisi Cetak

Ana Harus Bersaing dengan Profesor dan Sarjana dari Negara Lain

Berasal dari keluarga sederhana membuat Gayatri Rizkiana atau yang akrab disapa Ana belajar keras saat menempuh pendidikan di Fakultas Farmasi

Ana Harus Bersaing dengan Profesor dan Sarjana dari Negara Lain
banjaarmasinpost.co.id
BPost edisi cetak Minggu (2/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berasal dari keluarga sederhana membuat Gayatri Rizkiana atau yang akrab disapa Ana belajar keras saat menempuh pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Islam Indonesia ( UII) Yogyakarta. Semasa kuliah itu pula, perempuan asal Kalimantan Tengah ini mulai rajin meneliti obat-obatan tradisional daerah ini.

Sejak semester awal hingga berakhir pada semester tujuh, Ana pun senang mengisi jurnal tentang obat-obatan tradisional di kampusnya.
Semua ini membuat putri bungsu Adi Lumaretno dan Khusnul Khotimah warga Jalan Iskandar Sampit Kotawaringin Timur ini beberapa kali diundang lembaga penelitian luar negeri untuk mempresentasikan jurnal hasil penelitiannya.

Terkadang mahasiswi yang menunggu wisuda ini harus bersaing dengan profesor dan sarjana dari negara lain agar hasil penelitiannya memenangkan lomba.

Dalam perbincangan dengan BPost, Sabtu (1/7), perempuan kelahiran Sampit, 29 November 1995 yang ingin melanjutkan kuliah untuk mendapatkan gelar apoteker di Yogyakarta ini, mengaku tidak menyangka bisa mewakili kampusnya di tingkat dunia. Setidaknya Ana sudah ikut tiga kali mempresentasikan penelitiannya tentang obat herbal di luar negeri.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak atau klik www.banjarmasinpost.co.id

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help