Berita Banjarmasin

PKL Siring Tendean Pilih Kucing-kucingan dengan Satpol PP

Dia juga mengatakan, kalau para PKL sebenarnya hanya dibolehkan berjualan di hari minggu saja pada kawasan tersebut.

PKL Siring Tendean Pilih Kucing-kucingan dengan Satpol PP
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
PKL di Siring Pierre Tendean Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sudah lebih satu tahun terakhir, Nursiah berjualan pentol di kawasan Siring Pierre Tendean Banjarmasin. Itupun harus kucing-kucingan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena berjualan di hari yang tidak diperbolehkan.

Meski ada larangan untuk tidak berjualan di kawasan itu, ia dan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) lainnya tetap saja mencuri waktu untuk berdagang. Padahal, ia sendiri tahu kalau tidak diperbolehkan.

"Kalau bertemu Satpol PP bakalan mereka tangkap. Kemarin katanya setelah lebaran dua hari saja dibolehkan. Tapi karena hari ini dan sebelumnya tidak ada Satpol PP jadi kami tetap berjualan," ucap perempuan yang tinggal di Pekauman Banjarmasin itu saat ditemui BPost Online, Jumat (30/6/2017) lalu

Dia juga mengatakan, kalau para PKL sebenarnya hanya dibolehkan berjualan di hari minggu saja pada kawasan tersebut. Lepas dari hari itu, tidak ada toleransi, dan jika ada Satpol PP, mereka langsung ditertibkan.

Sejauh ini, adanya keinginan Pemko untuk merelokasi PKL di kawasan Siring itu tampaknya masih perlu proses. Selain itu, diperlukan juga sosialisasi yang gencar sehingga para PKL bisa mengerti dan menuruti.

Sementara, Ketua Umum Paguyuban PKL Siring Pierre Tendean Banjarmasin, Lusi mengatakan, kalau PKL memang sudah direlokasi.

Tempat pun sudah disediakan oleh pemerintah kota yaitu di kawasan Banjarmasin Food Festival (BFF), tepatnya di samping Gedung Menara Pandang Jalan Siring Pierre Tendean Banjarmasin.

Namun, terkait masih adanya PKL yang berjualan di tempat yang dilarang pemerintah, menurutnya itu tinggal bagaimana PKL tersebut. Paling utama ialah, hingga saat ini, pihaknya terus sosialisasi dan mengingatkan serta mengajak PKL untuk berjualan di tempat yang telah disediakan.

"Saat ini PKL memang diminta untuk pindah ke BFF sebagai tempat wisata kuliner akan tetapi kebanyakan dari para pedagang ada yang tidak mampu untuk bayar iuran keperluan bersama semisal genset dan keamanan sebanyak 200 ribu itupun bisa dibagi empat orang," ucap Lusi. (Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved