BPost Edisi Cetak

Polisi Bersenjata Siaga, Semua Tamu Diperiksa

Dalam sepekan terakhir, tiga teror menimpa Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Polda Kalsel pun tidak tinggal diam.

Polisi Bersenjata Siaga, Semua Tamu Diperiksa
banjaarmasinpost.co.id
BPost edisi cetak Minggu (2/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dalam sepekan terakhir, tiga teror menimpa Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Polda Kalsel pun tidak tinggal diam. Penjagaan di seluruh lingkungan Polda dan Polres diperketat. Seluruh anggota Polri di daerah ini pun diminta waspada.

Jumat (30­/­6), terjadi penyerangan ter­hadap pe­tugas jaga di Ma­polda Su­matera Utara hing­ga menewaskan seorang polisi. Hanya berselang sehari, Senin (26/6), Satlantas Polres Serang, Banten, menerima surat kaleng bernada ancaman. Teror ketiga terjadi pada Jumat (30/6) malam, sehari sebelum Hari Bhayangkara ke-71. Dua anggota Brimob yaitu AKP Dede Suhatmi dan Briptu Syaiful B jadi korban penusukan oleh seorang pria.

Pantauan BPost, Sabtu (29/6), petugas piket di gerbang masuk Mapolda Kalsel di Jalan S Parman lebih banyak dari biasanya. Sedikitnya delapan polisi berjaga dilengkapi senjata. Demikian pula di pintu belakang mapolda Jalan DI Panjaitan. Biasanya tamu mudah saja masuk lewat pintu belakang. Namun sejak penjagaan diperketat, tamu yang masuk diawasi lebih seksama.

Kemarin, pintu Mapolda Kalsel hanya dibuka satu yakni di Jalan S Parman. Di depan piket terlihat penghalang yang baru dibuka setelah diketahui siap tamunya.

Penjagaan ketat juga tampak di Mapolresta Banjarmasin di Jalan A Yani kilometer 3,5. Hanya pintu gerbang utama yang dibuka.

Kesiagaan juga dilakukan TNI. Ini seperti yang terlihat di markas Korem 101/Antasari di Jalan Jenderal Sudirman dan Lanal Banjarmasin di Jalan A Yani Kilometer3,5.

Arus keluar masuk Korem hanya di pintu depan. Sedang pintu belakang di Jalan DI Panjaitan tidak dibuka lebar seperti biasa. Hanya disisakan celah untuk orang yang ingin salat di masjid Korem. Sementara di balik gerbang, ada sejumlah anggota TNI bersenjata laras panjang menjaganya.

Adapun di Lanal Banjarmasin, portal masuk dipasang. Jadi tamu yang ingin masuk benar-benar terpantau petugas piket jaga. Jumat malam, dua drum ditaruh di jembatan masuk Lanal.

Ketatnya penjagaan di Korem, menurut Kapenrem Mayor Iskandar, adalah prosedur tetap TNI, bukan lantaran ada teror terhadap polisi. “Biasa saja, bukan karena kejadian terhadap Brimob di Jakarta,” kata dia.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Minggu (2/7/2017) atau klik www.banjarmasin.co.id

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved