Berita Kalteng

Empat Jari Tangan Heri Putus Usai Ledakan Keras Guncang Ponpes Al-Mujahidin

Tidak ada korban jiwa dalam ledakan mercon itu. Tapi seorang guru honor, Heri Wahyudi (27), dan dua orang santri Madrasah Tsanawiyah Al-Mujahidin

Empat Jari Tangan Heri Putus Usai Ledakan Keras Guncang Ponpes Al-Mujahidin
dokumen
Metro Banjar edisi Senin (3/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Ledakan cukup keras mengguncang Pondok Pesantren atau Madrasah Tsanawiyah Al-Mujahidin, Desa Sebangau Permai, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulangpisau, Kalteng, Sabtu (1/7) sore. Ledakan itu bukan bom, tapi mercon.

Tidak ada korban jiwa dalam ledakan mercon itu. Tapi seorang guru honor, Heri Wahyudi (27), dan dua orang santri Madrasah Tsanawiyah Al-Mujahidin mengalami luka-luka. Dua santri yang terluka itu adalah Riki Nuriadi dan Noor Imansyah. Ketiganya langsung dilarikan ke RSUD Pulangpisau.

Camat Sebangau Kuala, Herman Wibowo, saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (2/7), mengatakan ledakan yang terjadi di pondok pesantren itu bukan berasal dari bom.

“Diduga, ledakan itu terjadi saat guru honor, Heri, lagi iseng membuat mercon. Sehari sebelumnya, dia juga membuat mercon dengan campuran belerang, dan berhasil,” ujarnya.

Heri, kata Camat, membuat mercon itu sambil menunggu pendaftaraan santri baru di ponpes. “Mengisi waktu luang, Heri iseng meracik bahan mercon. Diduga saat campuran belerang atau semacamnya diblender, tiba-tiba meledak. Suara ledakannya cukup keras dan melukai tiga orang, termasuk Heri," ujarnya.

Herman mengatakan kejadian itu murni insiden kecelakaan akibat kelalaian Heri karena sembarang menggunakan bahan mercon. “Tidak adanya kegiatan radikal atau terorisme seperti sangkaan banyak orang,” ujarnya.

Dalam kesehariannya, kata Herman, Heri warga Sebangau Permai itu dikenal baik dan tidak memiliki latar belakang kejahatan apapun. “Silakan saja apabila pihak berwajib mau menyelidikinya. Heri ini orangnya cukup baik. Dia adalah kafilah, utusan kontingen dari Kecamatan Sebangau dalam bidang kaligrafi. Orangnya suka seni, sehari-harinya mengajar kaligrafi di Ponpes," ujarnya.

Heri sendiri saat ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin. Luka di dada yang dideritanya cukup parah. Selain itu empat jari tangan kirinya putus. Sementara dua korban lainnya, setelah diberikan pertolongan di RSUD Pulangpisau, langsung diperbolehkan pulang. Saat terjadi ledakan, kedua korban itu berada di luar ruangan. Keduanya terluka setelah jendela kaca ruangan pecah dan mengenai mereka.

Selengkapnya baca harian Metro Banjar, Senin (3/7//2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id/metro

Metro Banjar edisi Senin (3/7/2017)
Metro Banjar edisi Senin (3/7/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help