Kenaikan Tarif Listrik Picu Inflasi di Banjarmasin

Dari sejumlah komoditas pendorong inflasi, tarif listrik memiliki andil paling besar dengan 0,30 persen.

Kenaikan Tarif Listrik Picu Inflasi di Banjarmasin
Banjarmasin Post Group
Kepala BPS Kalsel, Diah Utami (berkerudung kuning) saat menyampaikan keterangan resmi, di Kantor BPS Kalsel, Jalan Trikora, Banjarbaru beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOSTGROUP.CO.ID, BANJARMASIN - Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan mencatat pada bulan Juni 2017, di Kota Banjarmasin terjadi Inflasi sebesar 0,93 persen. Dari sejumlah komoditas pendorong inflasi, tarif listrik memiliki andil paling besar dengan 0,30 persen.

Dalam situs resminya, BPS Kalsel merilis pula laju inflasi kumulatif tahun 2017 atau Juni 2017 terhadap Desember 2016 di Kota Banjarmasin sebesar 2,77 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 4,23 persen. Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain tarif listrik, angkutan udara, ikan bakar, roti manis, dan mi. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain bawang putih, cabai rawit, televisi berwarna, beras, dan mi kering instan.

Di Kota Banjarmasin, dari 7 kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami kenaikan indeks harga yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,78 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas danbahan bakar sebesar 1,64 persen, kelompok sandang sebesar 2,56 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,44 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,00 persen, dua kelompok mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,44 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,66 persen.

Di Kota Tanjung, pada Juni 2017 mengalami inflasi sebesar 1,33 persen. Laju inflasi kumulatif Tahun 2017 sebesar 1,79 persen dan laju inflasi yoy adalah 3,69 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain bawang merah, kacang panjang, mobil, tarif listrik, dan sawi hijau. Sedangkan komoditas
yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain bawang putih, daging ayam ras, ikan layang atau benggol, ikan gabus, dan daun paku atau pakis.

Pada Juni 2017, Kalimantan Selatan yang merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Kota Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,96 persen, laju inflasi kumulatif tahun 2017 mengalami inflasi sebesar 2,71 persen, dan laju inflasi yoy adalah sebesar 4,20 persen.

Dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat 79 kota mengalami inflasi 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Tual sebesar 4,48 persen, dan terendah di Kota Merauke sebesar 0,12 persen. Deflasi tertinggi di Kota Singaraja sebesar 0,64 persen dan terendah di Kota Denpasar sebesar 0,01 persen. (*)

Editor: Anjar Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved