BanjarmasinPost/
Home »

Video

Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO: Rancangan Busana Desainer Ini Menjadi Langganan Para Pejabat di Banua

Busana-busana yang memiliki rancangan bagus diminati kalangan pejabat banua, bahkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, hasil karya Hj Catherine Ambar Sari

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Busana seragam dikenakan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, sang istri Hj Raudhatul Jannah dan anak-anaknya pada Idulfitri lalu, membuat mereka tampil elegan.

Busana-busana yang memiliki rancangan bagus tersebut, di antaranya berkat kelihaian tangan Hj Catherine Ambar Sari sebagai desainernya.

Tak hanya baju-baju keluarga orang nomor satu di Kalimantan Selatan (Kalsel) itu yang dirancang Hj Cathrine, tapi juga keluarga kalangan pejabat dan sosialita Banua lainnya.

H Muhidin dan keluarga pun ketika menjabat wali Kota Banjarmasin, memercayakan desain busana-busananya kepada ibu dari Hendy, Sendy dan Rendy ini.

Desain busananya memang memiliki kekhasan, sehingga disukai.

Ciri khasnya pada sentuhan bordir, dan untuk gaun diperkaya brokat dan payet yang menawan. Bahkan untuk bordir, khusus dia percayakan kepada penjahitnya yang berada di Karawang, Jawa Barat.

Tangannya terampil menggambar berbagai model desain busana, baik baju seragam maupun pesta hingga kasual. Menjadi desainer awalnya bukanlah cita-cita Hj Catherine. Walau begitu, dia sangat menyukai fashion. Latar belakang pendidikannya adalah sarjana kehutanan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Semasa kuliah, walau dikelilingi anak-anak lelaki dan biasanya mahasiswa kehutanan tak identik dengan fashion, dia berbeda sendiri. Dia selalu tampil rapi dan modis, membuatnya dilirik teman-temannya.

Lulus kuliah, dia sempat bekerja di perusahaan kayu. Setelah menikah dan memiliki anak, dia memutuskan berhenti bekerja di perusahaan karena khawatir pendidikan anak-anaknya bakal terlantar. Dia lalu ingin tetap menghasilkan uang namun tetap bisa mengawasi dan mendampingi anak-anaknya di rumah. Akhirnya, dia memutuskan menjadi perancang busana yang bisa bekerja di rumah saja.

Bakatnya menjahit busana dan ketertarikan di fashion menurun dari ibunya. Ibunya dulu adalah seorang guru agama dan qariah yang pandai menjahit baju. Karena sering melihat sang bunda memotong kain, membuatnya ingin bisa menjahit baju sendiri.

Hingga sekarang, sudah 14 tahun dia berkarya sebagai desainer busana. Dia memiliki 12 orang penjahit yang membantunya bekerja, termasuk yang di Karawang. Masing-masing dari mereka memiliki spesialisasi. Ada yang khusus bordir, menjahit kain brokat, membuat baju seragam, baju anak, rancangan minimalis, hingga ahli payet dan batu. (BANJARMASINPOST.CO.ID/TIM)

Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help