Helikopter Basarnas Jatuh

Ternyata Heli Basarnas Miliki Banyak Keunggulan

AS365N3+Dauphin juga memiliki sistem autopilot terbaik dan satu-satunya sistem autopilot helikopter yang berfokus pada ketinggian

Ternyata Heli Basarnas Miliki Banyak Keunggulan
tribun kaltim
Helikopter Basarnas meninggalkan Bandara Kol RA Bessing menuju lokasi heli hilang kontak, Kalimantan Utara, Minggu (27/11/2016). Helikopter Bell 412 EP dengan nomor regestrasi HA-5166 milik TNI Angkatan Darat mengalami kecelakaan pada 27 November dan ditemukan di kawasan Pegunungan Malinau, Kalimantan Utara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - HELIKOPTER Basarnas tipe AS365N3+Dauphin yang dilaporkan jatuh di Temanggung, Pegunungan Sindoro, Jawa Tengah, Minggu (2/7), dikenal armada handal dan memiliki sejumlah keunggulan dibanding helikopter jenis lainnya.

Direktur Utama PTDI Budi Santoso saat menyerahkan helikopter ini pada Basarnas pada 15 November 2016 lalu, di Hanggar Rotary Wing KP II PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, mengatakan, helikopter ini mampu terbang di lingkungan panas atau lembab.

“Helikopter itu juga mampu bermanuver dengan baik,” kata Budi kala itu.

AS365N3+Dauphin juga memiliki sistem autopilot terbaik dan satu-satunya sistem autopilot helikopter yang berfokus pada ketinggian, bukan kecepatan.

Helikopter SAR ini digadang-gadang sebagai helikopter dengan kemampuan terbaik karena dilengkapi teknologi Flight Management System.

“Ini instrumen yang digunakan pilot untuk mengatur rencana terbang meliputi jalur yang akan dilewati pesawat, kecepatan take-off, cruisingdan landing, serta informasi lainnya yang harus disiapkan sebelum penerbangan dimulai,” tutur Budi.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post, Senin (3/7//2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Senin (3/7/2017)
BPost edisi Senin (3/7/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved