Kriminalitas Hulu Sungai Selatan

Abai Sembunyikan Carnophen di Kebun Neneknya

Dia sempat curiga dengan kedatangan anggota satresnarkoba Polres HSS dan berusaha kabur.

Abai Sembunyikan Carnophen di Kebun Neneknya
(Humas Polres HSS)
Ilustrasi Carnophen 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Abai Sauki (23), warga Desa Wasah Hilir, Kecamatan Simpur, Hulu Sungai Selatan (HSS) menyembunyikan 800 carnophen di kebun milik neneknya.

Awalnya, saat diamankan pada Rabu (5/7/2017) sekitar pukul 17.30 Wita di Dusun Sungai Kacil, dari tangan Abai Sauki hanya ditemukan 39 butir carnophen dan uang tunai Rp 224 ribu.

Abai diamankan saat berada di motornya. Dia sempat curiga dengan kedatangan anggota satresnarkoba Polres HSS dan berusaha kabur. Namun usahanya untuk kabur berhasil digagalkan oleh petugas.

Setelah diamankan dan digelandang ke Mapolres HSS, pelaku selanjutnya mengaku masih memiliki carnophen. Pada pukul 20.30 Wita, anggota melakukan pencarian barang bukti sesuai dengan keterangan pelaku.

Akhirnya ditemukan carnophen sebanyak 800 butir yang disebunyikan di kebun milik nenek pelaku berjarak 500 meter dari TKP awal.

Kepada petugas, Kamis (6/7/2017) Abai mengaku sudah dua bulan melakukan bisnis menjual obat carnophen.

"Selain dijual, carnophen juga untuk dikonsumsi sendiri. Satu keping dijual Rp 35 ribu. Modal awal membelinya perkeping Rp 28 ribu. Keuntungan untuk keperluan hidup," katanya.

Terkait dengan menyimpan carnophen di kebun, dia beralasan agar tidak diketahui oleh petugas kepolisian dan supaya mudah untuk mengambil saat ada pembeli.

Kapolres HSS melalui Kasat Narkoba AKP Maturidi membenarkan terkait dengan penangkapan pelaku pengedar carnophen di Kecamatan Simpur.

"Awalnya saat diamankan pelaku sempat mau kabur. Kemudian berhasil diamankan dengan barang bukti 39 butir. Ternyata pelaku menyimpan 800 carnophen lagi di kebun," katanya.

Tersangka terjerat pasal 197 jo pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Penulis: Aprianto
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help