Berita Pelaihari

Ini Kata Kapolres Tanahlaut Terkait Kematian Haji Abut

Kematian H Abut diduga lebih dari satu hari. Hasil pemeriksaan dari dokter forensik di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari tidak terdapat unsur kekerasan.

Ini Kata Kapolres Tanahlaut Terkait Kematian Haji Abut
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Kematian Paman Abut menggegerkan warga Jalan Samudera RT 2 Kelurahan Pelaihari, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Selasa (11/7/2017) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kematian H Abut diduga lebih dari satu hari. Itu juga setelah warga yang ingin bertamu di rumahnya kaget, hidung warga itu mencium aroma tak sedap dari depan pintu rumah Paman Abut.

Paman Abut dikenal warga setempat tinggal seorang diri. Tiga putrinya, satu sekolah di Kota Banjarbaru dan dua berada di Jakarta.

Polisi berdatangan setelah warga heboh ingin melihat langsung kondisi Paman Abut yang dikenali sebagai tokoh masyarakat di Pelaihari.

Garis polisi dibentangkan agar warga yang berdatangan tidak merusak tempat kejadian peristiwa. Hanya anggota Satreskrim Polres Tanahlaut di sekitar rumah Paman Abut.

Jasad Paman Abut kemudian dibungkus dalam kantong mayat milik Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tanahlaut untuk divisum di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan menjelaskan hasil pemeriksaan dari dokter forensik di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari tidak terdapat unsur kekerasan.

"Keluarga Paman Abut juga menolak dilakukan otopsi dan bersedia membuat surat pernyataan. Keluarga juga menceritakan riwayat penyakit gula yang diderita Paman Abut selama ini," katanya, dikonfirmasi malam. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved