Memaksakan Minat Anak, Begini Dampak Negatifnya

Di masyarakat sering bakat dan minat disebutkan hampir selalu bersama, sehingga sedikit yang memahami bahwa antara bakat dan minat adalah dua hal yang

Memaksakan Minat Anak, Begini Dampak Negatifnya
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
(Ilustrasi) Anak-anak mengikuti lomba menggambar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di masyarakat sering bakat dan minat disebutkan hampir selalu bersama, sehingga sedikit yang memahami bahwa antara bakat dan minat adalah dua hal yang berbeda.

Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir.

Tiap orang mempunyai potensi yang berbeda sejak lahir.

Ada yang memiliki bakat seni, olahraga, memasak, dan lain-lain.

Bakat tidak akan hilang pada diri seseorang, hanya saja apabila tidak diasah dan dikembangkan bakat tersebut tidak akan teraktualisasi dalam kehidupan keseharian yang bersangkutan.

Berbeda dengan minat.

Minat tumbuh seiring dengan jalannya kehidupan seseorang melalui berbagai macam proses.

Orang akan memiliki minat terhadap sesuatu ketika ia mendapatkan informasi atau gambaran dan pengalaman positif.

“Ia bisa merasakan bahwa hal tersebut menyenangkan, bermanfaat atau berguna baik untuk dirinya maupun orang lain,” terang Psikolog RSUD Ulin, Rifqoh Ihdayati.

Minat bisa tumbuh pada tiap individu baik secara alamiah maupun karena pada saat belajar mendapat hal yang positif dari lingkungan.

Minat akan membuat bakat bisa lebih berkembang dan dengan minatlah bakat yang dimiliki bisa diarahkan penyalurannya.

Untuk menumbuhkan bakat tentu atas kekuasaan Allah SWT, sedangkan minat bisa didorong oleh para orangtua sedini mungkin.

“Orangtua bisa mengenalkan, mengondisikan dan mengarahkan anak-anak mereka untuk mengenal berbagai macam hal.

Misal, orangtua mengenalkan berbagai macam jenis kesenian atau olahraga.

Orang tua boleh saja mengarahkan sesuai apa yang disukai oleh mereka kepada anaknya, tetapi dengan catatan tidak boleh memaksakan,” terangnya.

Memang akan lebih mudah mengarahkan ketika anak dari awal sudah tertarik atau berminat dan antusias terhadap sesuatu.

Selanjutnya, orangtua tinggal menggiring dan mengarahkan mereka saja. (BANJARMASINPOST.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help