Berita Banjarmasin

Pintar-pintar Membagi Skala Prioritas

Perempuan cantik ini mampu menyeimbangkan antara kuliahnya di jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM)

Pintar-pintar Membagi Skala Prioritas
Halaman 1 Metro Banjar Edisi Selasa (11/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kebanyakan mahasiswa yang super sibuk dengan aktivitas organisasi di kampus, maupun mengikuti berbagai lomba fashion show atau pemilihan duta kampus, akan keteteran dalam perkuliahan.

Kondisi itu tak terjadi dengan Widya Maulidina. Perempuan cantik ini mampu menyeimbangkan antara kuliahnya di jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan kegiatan kampus maupun lomba.

Itu terbukti, Widya berhasil meraih juara ketiga Duta Bahasa Kalsel 2017 dan juara pertama Duta Genre 2016. Lalu di kampusnya, sebagai juara pertama mahasiswa berprestasi Fakultas Kedokteran dan juara ketiga mahasiswa berprestasi ULM.

"Sebenarnya semua mahasiswa pasti bisa membagi waktu. Kalau saya memang dari awal masuk perkuliahan sudah memiliki target apa yang harus saya capai saat saya berada di semester 1-4 kemudian apa yang harus saya selesaikan saat saya di semester 5-7," papar cewek kelahiran Banjarmasin, 7 Juli 1997 ini, Senin (10/7).

Diakui Widya, memang harus bekerja lebih keras dibanding mahasiswa lainnya dan pintar-pintar mengatur skala prioritas serta berkomunikasi sama dosen bila mau izin lomba seperti itu. "Alhamdulillah bisa mencapai target yang diinginkan," ujar mahasiswa semester 4 ini.

Ditambahkan Widya, biasanya belajar setiap tengah malam menjelang subuh, saat sepi sehinga bisa lebih fokus belajar.

"Kemudian saya menyimpan bahan kuliah di dalam ponsel saya supaya saat waktu senggang saya juga bisa menyempatkan membaca bahan kuliah tersebut, kemudian diringkas menjadi poin-poin agar mudah diingat," katanya.

Mengingat tidak memiliki banyak waktu untuk belajar di rumah, lanjut dia, saat kuliah di kampus dia berusaha untuk menjadi mahasiswa yang komunikatif ketika dosen mengajar sehingga tidak hanya mendengarkan perkuliahan saja namun terasa seperti berdiskusi agar mudah mengingat materinya.

"Di akhir perkuliahan saya membuat kisi-kisi soal yang mungkin keluar saat ujian nanti. Jadi ketika waktu ujian sudah dekat saya tidak perlu membaca banyak bahan lagi hanya perlu memahami kisi-kisi soal yang sudah saya buat," bebernya.

Terlepas harus bisa membagi waktu, menurut putri pasangan Wildani Hasma SE dan Hadijah ini, hikmah yang didapat dengan mengikuti pemilihan duta-duta sangat luar biasa.

"Saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bisa membagi waktu, lebih peduli dengan negara dan Kalsel," katanya.

Mengikuti pemilihan duta, kata Widya, dituntut untuk berpikir kritis dalam menghadapi permasalahan di masyarakat dan turun langsung untuk merasakan bagaimana mengatasi permasalahan tersebut. (ful)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help