Said Agil Ungkap Para Kyai Pesantren Tolak Sekolah Sehari Penuh

Para Kyai pesantren menyatakan, menolak rencana sekolah sehari penuh yang saat ini tengah digodok pemerintah.

Said Agil Ungkap Para Kyai Pesantren Tolak Sekolah Sehari Penuh
TRIBUN/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ketum PBNU 2015-2020 KH Said Agil Siradj bersama Rais Am PBNU KH Ma ruf Amin (kiri) dan Ketua Panitia Daerah, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai sidang pleno pemilihan Ketua Tanfidziyah atau Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Para Kyai pesantren menyatakan, menolak rencana sekolah sehari penuh yang saat ini tengah digodok pemerintah.

Said Aqil Siraj, Ketua Umum PBNU, menyampaikan penolakan tersebut telah disampaikan ke Presiden Jokowi di Istana, Selasa (11/7).

Penolakan tersebut dilakukan dengan alasan, sekolah sehari penuh akan menggusur keberadaan Madrasah Diniyah.

"Ada 76.000 madrasah milik Nahdatul Ulama yang akan tergusur," katanya di Komplek Istana Negara, Selasa (11/7).

Bukan hanya itu saja, itu juga akan menghilangkan pekerjaan guru swadaya. Selain itu, penerapan kebijakan tersebut juga dikhawatirkan akan menyuburkan penyebaran ajaran radikal.

"Karakter itu akan terbentuk di madrasah itu. Malah tanpa madrasah akan radikal," katanya. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help