Berita Banjarmasin

Anggaran Turun Rp 23 Miliar, Pembangunan Siring Sungai Martapura Terkendala Pembebasan

Salah satu program kerja yang menjadi prioritas adalah kelanjutan pembangunan Siring Sungai Martapura, yang tahun ini ditargetkan selesai.

Anggaran Turun Rp 23 Miliar, Pembangunan Siring Sungai Martapura Terkendala Pembebasan
Halaman 4 Harian Metro Banjar Edisi Rabu (12/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Tahun ini, anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Banjarmasin mengalami pemotongan anggaran puluhan miliar. Meski demikian pembangunan skala prioritas diupayakan tetap dituntaskan.

Anggaran untuk sungai pada 2017 mengalami penurunan dibanding anggaran tahun sebelumnya. Jika pada 2016 lalu anggaran Rp 40 miliar, pada anggaran 2017 hanya Rp 17 miliar. Terjadi penurunan anggaran sebesar Rp 23 miliar

Salah satu program kerja yang menjadi prioritas adalah kelanjutan pembangunan Siring Sungai Martapura, yang tahun ini ditargetkan selesai.

"Sekitar 200 meter yang akan dikerjakan (siringnya) oleh Balai Sungai Wilayah II Regional Kalimantan," kata Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin Joko Pitoyo.

Proses pembebasan lahan sebagian sudah dilakukan. Rencananya, terang Joko, ditarget tahun ini bisa selesai. Diakuinya pembebasan masih belum sepenuhnya selesai, karena ada lahan yang belum dibebaskan

"Daerahnya memang potensial. Rencana di bagian siring untuk perdagangan, bagian atas siring untuk pemukiman," katanya.

Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Banjarmasin sendiri rencananya akan membangun rusunawa di kawasan Teluk Kelayan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Banjarmasin Ahmad Fanani Saifudin menjelaskan masih ada 171 persil yang sudah dibebaskan.

Sementara itu, Pihaknya berharap, di APBD perubahan bisa menganggarkan Rp 13 miliar lagi untuk pembebasan tahap dua.

"Agar nanti di tahun 2018 sudah bisa dilakukan pengerjaan pembuatan siring dan rusunawa. Jadi tahun ini pembebanan beres," terangnya.

Seperti diketahui, Pemko Banjarmasin berencana membuat rusunawa dan Siring di kawasan tersebut.

"Jadi setelah dibebaskan lahannya dari pemukiman warga, maka kemudian sering dulu yang akan dilakukan oleh Balai Sungai sepanjang 5 Kilometer. Nanti akan ada dibangun di kawasan itu rumah susun dan sewa kedepannya. Ya nanti akan dua pengerjaan di sana," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Vertikal Direktorat Swadaya Kementerian PUPR Kalimantan Selatan, Noor Efrani juga membenarkan adannya rencana pembangunan rusunawa di lokasi teluk kelayan itu.

"Kalau Pemko sudah siap. Kementerian juga siap untuk membantu. Pemko pembebasannya dan kementerian PUPR akan mengusulkan untuk fisik," kata dia. (rmd)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Rabu (12/7/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved