Berita Banjarbaru

Tahun Ini Pengantar Kembali Dilarang Masuk Asrama Haji, Ini Alasannya

Edaran itu penting guna surat imbauan tersebut ke kabupaten/kota untuk dipatuhi dan dijalankan mengingat ini penting untuk pengorganisasian nanti.

Tahun Ini Pengantar Kembali Dilarang Masuk Asrama Haji, Ini Alasannya
Halaman 2 Harian Metro Banjar Edisi Rabu (12/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Jika tahun kemarin keluarga pengantar jemaah haji tidak boleh masuk di areal embarkasi Banjarmasin di Asrama haji Banjarbaru dengan alasan proyek pembangunan gedung baru, kali ini dengan alasan kelancaran maka Kemenag Kalsel juga melarang pengantar masuk.

"Ya, tahun ini keluarga kami imbau cukup mengantar keluarganya yang mau berhaji dilepas di kabupaten/kota masing masing. Surat sudah kami buat dan kami layangkan ke masing masing kabupaten/kota untuk tidak membawa keluarga pengantar sampai ke asrama haji di Banjarbaru," jelas Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi, Selasa (11/7).

Edaran itu penting guna surat imbauan tersebut ke kabupaten/kota untuk dipatuhi dan dijalankan mengingat ini penting untuk pengorganisasian pada saat pelaksanaan nantinya.

Dia menambahkan, untuk persiapan teknis jemaah haji 2017 ini pertama sudah disiapkan dan tengah berjalan. Pertama, pemerintah sudah melaksanakan bimbingan manasik haji kepada jemaah haji yang akan berangkat tahun ini. Kedua, lanjut dia, persiapan petugas.

"Petugas yang mendampingi jemaah, sudah dilaksanakan pembekalan atau pelatihan tentang pelayanan kepada jemaah, dan kali ini sudah dikukuhkan oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor untuk menjalankan sebagai tim penyelengara jemaah haji," katanya.

Menurut Fahmi, kloter I Embarkasi Banjarmasin yang berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 325 orang termasuk petugas haji akan masuk asrama haji 29 Juli 2017 dan akan diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Dia juga melaporkan, bahwa jumlah calon jemaah haji (CJH) asal Kalsel tahun 2017 ini sebanyak 3.831 orang yang tergabung dalam 12 kelompok terbang (kloter).

"Selain itu, juga telah disiapkan sebanyak 190 orang cadangan bagi calon jemaah haji yang mengundurkan diri dan mereka juga telah melunasi biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), termasuk yang mundur dari Kalteng sebanyak 17 orang sudah diisi cadangan dari Kalsel," katanya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, HM Muslim, mengungkapkan, pada pemeriksaan kesehatan tahap I dari 3.831 calon haji asal Kalsel diketahui ada sekitar 60 persen yang termasuk risiko tinggi (risti).

"Sebanyak 60 persen itu, ditengarai tekanan darah tinggi (hipertensi). Tapi nanti akan diperiksa lagi di pemeriksaan tahap kedua, nanti disitulah data angka ditemui yang berat untuk bisa diberangkatkan," ujar Muslim.

Pelayanan Maksimal
GUBERNUR Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor mengharapkan petugas yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin agar memberikan pelayanan terbaik kepada calon jemaah haji (CJH).

"Saya berharap selama pelaksanaan pemberangkatan dan pemulangan haji tidak ada permasalahan serius yang dialami celon jemaah haji dan petugas hendaknya memberikan pelayanan maksimal. Jangan sampai juga ada laporan catering basi," katanya usai mengukuhkan tim pemberangkatan jemah haji 2017 di Asrama Haji Banjarbaru.

Paman Birin mengharapkan, koordinasi yang baik antar sesama petugas sesuai dengan tugas masing-masing sehingga pelayanan yang diberikan maksimal dan tidak ada keluhan dari para 'tamu Allah' tersebut tahun ini.

Pengukuhan PPIH Embarkasi Banjarmasin yang diketuai, H Noor Fahmi yang juga Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel itu dihadiri Sekdaprov Kalsel, Drs H Abdul Haris, MSi dan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI, Muhajirin Yanes. (lis)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Rabu (12/7/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help