Berita Kotabaru

Kapolres Kotabaru Bentuk Satgas Khusus Beras, Ini Tujuannya

Kapolres Kotabaru AKBP AKBP Suhasto SIK mengakui, pembentukan satgassus terkait pengawasan distribusi dan stabilitas harga beras di wilayah Kabupaten.

Kapolres Kotabaru Bentuk Satgas Khusus Beras, Ini Tujuannya
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK dan jajaran berfoto bersama dengan beberapa Kepala SOPD terkait, usai acara pembentuk satgas khusus beras, Kamis (13/7) 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Kepolisian Resort (Polres) melakukan pembentukan satuan tugas khusus (Satgassus) beras. Dilakukan untuk meminimalisasi penyimpangan distribusi selain menjaga stabilitas harga.

Pembentukan satgassus dilakukan Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK, disaksikan Wakapolres Kompol Yusriandi Yusrin M.Med.Kom, dan beberapa Kepala Struktur Perangkat Daerah (SOPD) terkait.

Kegiatan berlangsung di ruang gedung Praja Arya Ghupta Polres Kotabaru, Kamis (13/7/2017).

Selain melibatkam SOPD, satgassus juga melibatkan seluruh kepala unit (Kanit) reskrim diseluruh polsek di lingkup Polres Kotabaru untuk membantu pengawasan dimasing-masing kecamatan.

Kapolres Kotabaru AKBP AKBP Suhasto SIK mengakui, pembentukan satgassus terkait pengawasan distribusi dan stabilitas harga beras di wilayah Kabupaten Kotabaru.

Menurut Suhasto, terkait terbentuknya satgas beras ini langkah tindakan dilakukan yaitu preemtif dan rerfesip.

Untuk tindakan preemtif, jelas dia, pihaknya mengajak stakeholder terkait untuk bersama-sama melakukan hal tersebut.

"Tadi sudah disampaikan bahwa Kotabaru itu surplus. Kebutuhan perkapitanya pertahun pada angka 25 ribu ton lebih," jelasnya.

Tapi fakta di lapangan, jarang beras tersebut ada di Kotabaru. Bahkan beras yang ada di Kotabaru kebanyakan beras dari luar.

"Sebenarnya kalau beras itu kita manfaatkan untuk kebutuhan Kotabaru cukup," katanya.

Oleh karena itu dilakukan tindakan-tindakan bersifat preemtip dan refresip. Preemtif yaitu melakukan sosialisasi ke warga yang bidang pekerjaannya petani. Hingga sampai pada konsumen.

"Dan, ini akan mempengaruhi juga terhadap subsidi pemerintah. Tadi juga disebutkan banyak yang punya sawah. Ada petani pemilik ada petani penggarap," ujarnya.

"Kalau petani pemilik kan mereka yang punya dan rata-rata orang mampu semua. Aturan mainnya kalau orang mampu kan tidak perlu disubsidi," tambahnya.

Maka dari itu kegiatan ini juga melibatkan pihak dari Bank BRI karena memiliki program KUR (kredit usaha rakyat) khusus pangan dan petani.

"Bahkan nanti akan ditindak lanjuti dan dikumpulkan pihak Polda Kalsel. Jadi kegiatan dari satgas beras sama se-Kalsel," tandasnya. (*)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved