Berita Banjarmasin

Mantan Atlet Saja Bisa Sakit Jantung

Hal di atas disampaikan dr Zulkifli, salah seorang narasunber Pendidikan Pelatihan Klub Jantung Sehat Program Dasar

Mantan Atlet Saja Bisa Sakit Jantung
salmah
dr Zulkifli, salah seorang narasunber Pendidikan Pelatihan Klub Jantung Sehat Program Dasar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saat ini KJS (Klub Jantung Sehat) masih kekurangan pelatih senam jantung sehat yang idealnya setiap kampung ada satu pelatih.

Hal di atas disampaikan dr Zulkifli, salah seorang narasunber Pendidikan Pelatihan Klub Jantung Sehat Program Dasar yang digelar Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Kalimantan Selatan, Kamis (13/7) sampai Sabtu (15/7).

Kegiatan tiga hari itu dilaksanakan di Aula Balai Besar Depsos, Jalan Mulawarman, Kota Banjarmasin. Selain dr Zulkifli, narasumber lainnya yaitu dua pelatih dari Jakarta dan beberapa pelatih lokal.

"Pelatih tak hanya mempelajari gerakan senam tapi juga belajar cara pencegahan penyakit jantung, rehabilitasi penderita (hospital dan di lapangan), juga menghindari bahaya atau injury saat latihan dan sebagainya," terang Zulkifli.

Ungkap Zulkifli ada penderita jantung yang takut beraktifitas. Padahal asal aktifitasnya sesuai kemampuan, maka tidak masalah.

"Banyak jenis penyakit jantung, antara lain karena bawaan, gangguan paru dan salah satunya jantung koroner yang paling banyak diderita. Jika melakukan panca usaha maka bisa saja sembuh," terangnya optimis.

Dijelaskan pula, jantung memompa darah itu seperti balon yang ditiup dan dikempiskan berulang-ulang. Jika ditiup terlalu kencang balon bisa pecah. Maka jantung harus dipacu sesuai beban dan bertahap.

"Normalnya manusia perlu 30 poin aerobik seminggu. Jika berjalan kaki satu jam sepanjang 6 km itu sama 7,5 poin, maka dalam seminggu paling tidak empat kali berjalan kaki," jelasnya.

Diingatkan pula, sakit jantung itu bisa menyerang siapa saja bahkan mantan atlet sekalipun. Kenapa? Karena kemampuan jantung itu harus terus dipertahankan.

"Kalau setelah pensiun jadi atlet tidak menjaga pola makan dan gaya hidup (panca usaha) maka potensi kena penyakit jantung akan sama dengan orang yang bukan mantan atlet," tandasnya.

Panca usaha pencegahan penyakit jantung, yaitu pertama adalah makan dengan gizi seimbang, kedua tidak merokok, ketiga mengelola pikiran positif dan hindari stres, keempat berolahraga teratur dan terukur. Kelima, pemeriksaan tensi darah secara teratur. (dea)

Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved