Berita Banjarbaru

Ibu Rumah Tangga Ini Tak Sangka Jadi Duta Reproduksi

Namun sejak kunjungan mahasiswa KKN-PPM FMIPA ULM ke tempatnya dirinya dinobatkan menjadi duta kesehatan reproduksi untuk kampungnya.

Ibu Rumah Tangga Ini Tak Sangka Jadi Duta Reproduksi
milna sari
Elyana (kiri) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tak menyangka dan tak mengira, itulah yang diungkapkan Elyana, perempuan dari Desa Mengkauk Kecamatan Pengantin, Kabupaten Banjar. Selama ini dirinya hanya menjadi ibu rumah tangga tanpa ada predikat duta-dutaan yang melekat pada dirinya.

Namun sejak kunjungan mahasiswa KKN-PPM FMIPA ULM ke tempatnya dirinya dinobatkan menjadi duta kesehatan reproduksi untuk kampungnya.

"Tidak menyangka pastinya, ternyata saya yang terpilih," ujarnya, Kamis (14/7).

Saat itu Elyana hanya mengikuti serangkaian tes dan tanya jawab tentang reproduksi wanita, termasuk tentang kanker serviks dan kanker payudara. "Soalnya saya yang paling banyak dan bisa jawab dari yang lain," ujarnya.

Rendahnya pengetahuan masyarakat akan pencegahan dini kanker serviks dan kanker payudara menjadikan dua jenis kanker ini menjadi urutan teratas jenis kanker yang membunuh perempuan Indonesia. Berbagai upaya inovatif perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat luas mengenai jenis dan bahaya kanker, faktor risiko terjadinya kanker, serta pencegahannya.

Hal itulah yang mendasari mahasiswa KKN-PPM FMIPA ULM melalui program Wanita Bisa (Berilmu, Kreatif, Sehat, dan Mandiri) mencetus kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Payudara melalui Pemilihan Duta Reproduksi di Desa Mangkauk Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM Desa Mangkauk, Difa Intannia mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader wanita yang dapat mensosialisasikan informasi ke lingkungan sekitar bahwa kanker serviks dan payudara bisa dicegah dengan deteksi dini, diantaranya adalah pemeriksaan SADARI dan IVA yang dapat dilaksanakan di puskesmas kecamatan Pengaron.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Puskesmas Pengaron ini dilaksanakan di Kantor Balai Desa Mangkauk dan diikuti oleh sepuluh orang kader Posyandu yang mewakili tujuh RT di Desa Mangkauk. Materi mengenai kesehatan reproduksi disampaikan oleh Desy Nurapriana mahasiswa biologi FMIPA, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan dokter Afdhal, salah satu dokter di Puskesmas Kecamatan Pengaron.

"Kita ingin para kader yang telah dilatih dapat membagi ilmu yang telah didapatkan kepada warga sekitarnya sehingga semua warga di desa mangkauk dapat memahami cara menjaga kesehatan reproduksinya," jelasnya. (milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help