BanjarmasinPost/

Travel

Inilah Daftar Kelakuan Buruk Turis Indonesia yang Sering Jadi Viral di Medsos

Dua kasus terakhir adalah kelakuan buruk turis di Candi Borobudur dan Yogyakarta.

Inilah Daftar Kelakuan Buruk Turis Indonesia yang Sering Jadi Viral di Medsos
kompas.com
Para petugas di Candi Borobudur, Senin (17/2/2014) sedang membersihkan candi dari abu dari erupsi Gunung Kelud 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Rupanya, tak sedikit turis Indonesia yang berperilaku buruk saat traveling. Kelakuan mereka pun tak jarang menjadi viral di media sosial. Alhasil, warganet pun berkomentar mulai dari prihatin, marah, sampai malu.

Dua kasus terakhir adalah kelakuan buruk turis di Candi Borobudur dan Yogyakarta. Berikut KompasTravel himpun beberapa contoh kelakuan buruk turis Indonesia yang sempat membuat geger media sosial. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi kembali, apalagi dicontoh oleh turis lain.

1. Tak mau membereskan peralatan habis makan

Di Indonesia, tak membereskan peralatan habis makan saat di restoran jadi hal yang lumrah. Namun hal itu tak berlaku bila Anda berada di Jepang, yang terkenal dengan negara disiplin tinggi.

Seorang warga Indonesia, Tyas Palar, menulis status di halaman Facebook tentang rombongan turis Indonesia yang tak mau membereskan sisa makan di meja saat makan di restoran self service.

Perilaku tersebut membuat repot tamu lain yang ingin makan di meja penuh peralatan makan bekas. Tyas juga sempat berdebat dengan dua turis lainnya dari Indonesia yang enggan membereskan sampah dan peralatan makannya di restoran yang sama.

2. Memetik bunga sakura

Warga Indonesia yang tinggal di Tokyo, Vera Aprilianti seperti dikutip dari BBC Indonesia mengatakan banyak turis Indonesia ramai-ramai memerik bunga Sakura. Padahal di Jepang ada peraturan ketat melarang memetik bunga sakura, yang boleh diambil hanya yang sudah jatuh di tanah.

3. Mengobrol dengan suara kencang di kereta

Warga Tokyo, Nana Watarai seperti dikutip dari BBC Indonesia mengatakan orang Indonesia punya kebiasaan berbicara dengan suara keras saat di kereta sehingga menggangu penumpang lain. Pengalaman ini ia dapat saat mengantar teman asal Indonesia yang mendapat video call saat di kereta.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help