Berita Banjarmasin

Pelabuhan Kumai Tak Ideal, Menhub Pilih Pelabuhan Ini untuk Proyek Tol Laut

Aktivitas pelabuhan di Kumai terus meningkat sehingga diperlukan pembenahan. Ini terlihat dari meningkatnya aktivitas penumpang di Pelabuhan

Pelabuhan Kumai Tak Ideal, Menhub Pilih Pelabuhan Ini untuk Proyek Tol Laut
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke proyek pengembangan Bandara Syamsudin noor, Jumat (14/7) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PELABUHAN Panglima Utar Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu jalur penghubung Kalimantan dengan Jawa. Selain kumai, Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kaltim, yang kemarin ditinjau Menhub Budi Karya, juga jadi bagian proyek pembangunan ekonomi maritim (tol laut).

Aktivitas pelabuhan di Kumai terus meningkat sehingga diperlukan pembenahan. Ini terlihat dari meningkatnya aktivitas penumpang di Pelabuhan Kumai saat arus mudik dan balik Lebaran lalu. Jumlah pemudik hingga mencapai belasan ribu orang sepekan sebelum Idulfitri. Setiap kedatangan kapal penumpang dari Semarang maupun dari Surabaya dan Bawean, dipenuhi ribuan penumpang.

Ini membuat, terminal penumpang belum mampu menampung semua penumpang. “Kami berharap agar ada pembenahan terminal pelabuhan.”ujar Deswita, salah satu warga Pangkalanbun.

Petrus Rinda, Kadishub Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat, mengakui, selayaknya ada pembenahan khususnya terminal Pelabuhan Panglima Utar Kumai karena sudah tidak ideal lagi.

“Rencana terminal di tingkat dua itu sudah diajukan oleh pengelola pelabuhan, saat ini masih menunggu realisasinya.” ucap Petrus.

Pelabuhan Kumai sebagai pelabuhan kelas IV, mendukung sepenuhnya perekonomian baik lokal maupun nasional. Hasil alam seperti kelapa sawit yang dihasilkan di Kalimantan Tengah dikirim keluar Kumai hingga ke negara lain.

Sementara Junaidi, Kepala Satuan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Kumai, berujar, tingginya aktifitas tidak hanya terjadi di Pelabunan Kumai, tetapi juga di Pelabuhan Khusus angkutan barang di Bumi Hardjo.

Kalteng berpotensi menghasilkan produk perkebunan kelapa sawit berupa CPO (Crude Palm Oil) maupun PKO (Palm Kernel Oil). Demikian juga hasil hutan seperti kayu dan plywood, hasil hutan lain seperti rotan dan sebagainya dari Sukamara, Seruyan, bahkan dari Sampit. Serta hasil pertambangan daerah penyangga yakni bijih besi dari Lamandau dan hasil bumi lainnya yang masih dalam tahap eksplorasi.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post, Sabtu (15/7//2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved