BanjarmasinPost/

Berita nasional

Ditetapian Tersangka Kasus E-KTP, ICW Desak Setya Novanto Mundur Sebagai Ketua DPR, Ini Alasannya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Setya Novanto jadi tersangka korupsi dalam pengadaan E-KTP.

Ditetapian Tersangka Kasus E-KTP, ICW Desak Setya Novanto Mundur Sebagai Ketua DPR, Ini Alasannya
KOMPAS/ WISNU WIDIANTORO
Ketua DPR Setya Novanto (kiri) seusai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (16/11/2015). Dalam pertemuan itu dibahas beberapa hal, termasuk klarifikasi bahwa dirinya tidak pernah menggunakan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam negosiasi PT Freeport.(KOMPAS/ WISNU WIDIANTORO) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Setya Novanto jadi tersangka korupsi dalam pengadaan E-KTP.

Indonesian Corruption Watch (ICW) mengapresiasi langkah KPK ini patut diapresiasi. Karena hal itu menunjukkan keseriusan KPK membongkar dalang persekongkolan pengadaan KTP elektronik yang merugikan keuangan negara 2,3 triliun.

‌‌"Untuk menghadapi proses hukum, Setya Novanto harus mundur sebagai Ketua DPR," ujar Peneliti ICW Donal Fariz.

Alasan ICW meminta Novanto mundur, agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang sebagai pimpinan lembaga negara. Karena sebagai Ketua DPR RI Donal menilai Novanto bisa melawan proses hukum.

"Sehingga tidak terjadi konflik kepentingan," jelas Donal.

Pada saat yang sama, Partai Golkar kata Donal harus segera melakukan pembenahan internal untuk untuk mengganti pimpinannya yang bermasalah. Selain itu Golkar menurut Donal harus mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK.

"Agar Citra partai tidak semakin terbenam," ungkap Donal.(*)

Berita ini sudah ditayangkan di Tribunnews.com berjudul: ICW: Jadi Tersangka, Setya Novanto Harus Mundur Sebagai Ketua DPR

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help