BanjarmasinPost/

Berita Banjarbaru

Dosen FMIPA ULM Ciptakan Alat Produksi Air Siap Minum Tenaga Surya

Canggihnya lagi air bersih yang dihasilkan bisa langsung minum dan menggunakan energi sinar matahari.

Dosen FMIPA ULM Ciptakan Alat Produksi Air Siap Minum Tenaga Surya
Banjarmasinpost.co.id/Nia Kurniawan
Tim Dosen FMIPA ULM berhasil menemukan alat untuk mengatasi kesulitan masyarakat mendapat air bersih.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tak kenal lelah berinovasi. Tim Dosen FMIPA ULM berhasil menemukan suatu alat mutakhir.

Alat itu penuh inovasi karena bisa mengatasi kesulitan masyarakat mendapat air bersih. Canggihnya lagi air bersih yang dihasilkan bisa langsung minum dan menggunakan energi sinar matahari.

Awalnya, setelah pengumuman penerima hibah pengabdian Kepada masyarakat oleh Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi melalui Skim Iptek Bagi Masyarakat (IbM)/Program Kemitraan Masyarakat (PKM) diterima, peluang ini tak jadi sia-sia. Berbuah teknologi temuan mutakhir ditangan Tim Dosen FMIPA ULM.

Tim beranggotakan para ahli di bidangnya, dari berbagai keilmuan seperti dosen Totok Wianto dan Eka Suarso yang memiliki keahlian bidang fisika energi terbarukan, kemudian Budi Kristanto keahlian hubungan masyarakat, Dosen Gunawan dengan bidang keahlian kualitas air secara biologi.

Lalu, Sri Cahyono Wahyono dengan keahlian sumber air tanah, Arfan Eko Fahrudin dan Ori Minarto dosen FMIPA ULM dengan keahlian instrumentasi dan sistem otomatisasi, turut andil di tim itu Liling Triyasmono dan Khoeruk Anwar menyumbang keahlian kualitas air siap minum.

Alat mutakhir itu diberi nama “Smart Water Automatic Portabel” yang saat ini telah selesai di buat dan di uji coba. Mesin ini dibuat Tim setelah mendengar banyaknya keluhan dari masyarakat di Kalsel terutama yang mengalami keluhan terhadap kesediaan air bersih.

Canggihnya, dari hasil uji coba, debit air yang dihasilkan mencukupi untuk 3 - 5 kepala keluarga. Keunggulan lainnya alat ini adalah tanpa menggunakan listrik karena dilengkapi dengan Solar Cell sebagai sumber energi untuk menggerakkan pompa DC sehingga efektif digunakan walaupun lokasi tersebut terpencil tidak teraliri listrik.

Totok, salah satu anggota tim mengatakan, peralatan ini bentuknya portabel sehingga mudah di bawa oleh pengguna seperti dibawa ke daerah bencana atau yang memiliki kekurangan air.

"Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ULM akan mengajukan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dan yang akan di patenkan adalah sistem otomatisasinya” ujar Totok.

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help