BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Nina Tampilkan Pesona Rumah Banjar

Perempuan yang akrab disapa dan memiliki nama panggung Nina Nurlina ini hanya mampu menyabet Top 10 Indonesia Model Hunt 2017.

Nina Tampilkan Pesona Rumah Banjar
Halaman 1 Harian Metro Banjar Edisi Senin (17/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gelar juara pertama memang belum bisa didapat model cantik Banua, Nurliyana Sari saat berlaga di ajang Grand Final Indonesia Model Hunt 2017 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Sabtu (15/7) malam.

Perempuan yang akrab disapa dan memiliki nama panggung Nina Nurlina ini hanya mampu menyabet Top 10 Indonesia Model Hunt 2017.

Namun prestasi lain berhasil disabet galuh kelahiran Banjarmasin 4 September 2000 ini yakni berhasil menyabet gelar juara II Touch of Batik hasil karya perancang muda Egy Obob Harisma. Nina juga berhasil menyabet Juara 2 National Costum yang ikut tahun ini lebih dari 150 peserta dari 12 provinsi se-Indonesia.

Lebih membanggakan lagi, anak pasangan Jabal Nuh dan Anita Adam ini juga menyabet best make up di lomba yang dia ikuti di kategori remaja.

"Alhamdulillah masih bisa bersyukur bisa menembus 10 besar plus dua gelar busana yakni Sasirangan sebagai national costum Kalimantan Selatan," kata perempuan yang memiliki tinggi badan 169 sentimeter ini.

Perempuan yang suka modeling, fotografi, menyanyi dan foto selfie ini menambahkan sebenarnya target bisa lolos lima besar namun hasil maksimal sudah diraih dan dia tetap menyukuri.

Dari seluruh kategori yang tiga season tadi katanya ada penghargaan khusus seperti best atribut seperti best make up, best hair do, best performance, best costum. "Nah kalau tidak masuk smpai tahap 5 besar setidaknya Nina sudah bisa lolos ke 15 besar terus diadu lagi dan masuk 10 besar dan Nina terhenti di 10 besar," jelasnya.

Sementara di national costume Nina menampilkan tema The Wonderful Heritage of Banjarmasin dengan mengangkat kekayaan keragaman kebudayaan Kalimantan Selatan dengan model Tari Kuda Gepang dan replika jukung di busananya. "Saat sesi national costume banyak yang memfoto Nina saat fitting di backstage padahal belum maju. Provinsi lain kagum karena bisa membawa rumah di kepala banyak heran juga karena Nina kuat mengangkat kuda gepang itu sambil jalan memakai heels tinggi padahal berat bisa dibilang tapinya profesional saat eksekusi depan juri dan lancar saja," katanya.

Pendamping sekaligus perancang busana Nina, Egy menerangkan sengaja memadukan kuda gepang yang merupakan salah satu tarian khas Kalsel lalu ada rumah banjar di atas kepala jadi hiasan itu Rumah Baanjung khas Banjar yang jadi ikonik ditambah kain sasirangan di selempang tangan karena kain sasirangan jadi khas Banua agar mendunia seperti batik.

"Awalnya banyak yang mengira itu rumah Gadang sama dari Jawa karena ada kuda gepang. Lalu saya jelaskan itu rumah Banjar rumah Baanjung namanya khas Kalsel lalu mereka jadi paham dan kuda gepang itu dari Kalsel makanya Nina taruh disamping diangkat saja ditenteng, kalau luar Jawa itu kuda lumping dan dtunggangi. Nah itu bedanya," jelas Egy.(arl)

Baca berita lainnya di Harian Metro Banjar Edisi Senin (17/7/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help