Insight

Sugar Glider, Hewan Peliharaan Yang Mudah Dibawa Kemana Saja

Sugar glider, hewan peliharaan yang berukuran kecil, lucu, dan menggemaskan ini sudah menjadi trend di kalangan pecinta binatang.

Sugar Glider, Hewan Peliharaan Yang Mudah Dibawa Kemana Saja
IST
Ika Fitriana Lasminingih bersama sugar gladirnya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sugar glider, hewan peliharaan yang berukuran kecil, lucu, dan menggemaskan ini sudah menjadi trend di kalangan pecinta binatang.

Bahkan sudah banyak komunitas untuk para pecinta sugar glider. Ika Fitriana Lasminingsih (26), seorang pecinta sugar glider dan anggota dari Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) Regional Yogyakarta mengaku, sudah memelihara sugar glider sejak tahun 2012.

Gadis yang biasa disapa Ika ini mulai terpikat pada sugar glider,pada saat pertama kali menyentuh bulu sugar glider yang halus.“Awal mulanya megang sugar glider punya teman, ternyata lembut dan menggemaskan, makanya saya memutuskan ingin memelihara sugar glider juga,” terangnya, Senin(17/07/2017).


Ika Fitriana Lasminingsih bersama sugar glider

Satu ekor betina sugar glider jenis juvenile menjadi sugar glider peliharaannya yang pertama. Dia mengaku saat itu masih minim pengetahuan bagaimana cara merawat sugar glider yang baik.Dia lalu mengumpulkan informasi dari teman-teman yang mempunyai sugar glider, dari google maupun sosial media.

Ternyata sugar glider merupakan hewan sosial di habitat aslinya dan tidak bisa hidup sendiri, karena itu dirinya memutuskan untuk menambah satu ekor sugar glider jantan. “Usia sugar glider yang hidup sendirian cenderung lebih pendek dibandingkan yang berpasangan,” jelasnya.

Ika menjelaskan bahwa sugar glider adalah hewan yang jinak, jadi hewan ini dapat dibawa kemana-mana dengan dimasukkan ke dalam travel pouch khusus untuk sugar glider. Travel pouch umumnya berbentuk tas kecil dari kain dan memiliki lobang kecil, untuk ventilasi sugar glider di dalamnya. Travel pouch kini memiliki berbagai ukuran dan model sesuai selera.

Gadis lulusan UPN Veteran Yogyakarta ini sering membawa hewannya saat ke kampus, mal, atau saat ngumpul bersama teman-temannya. “Tidak bakal kabur, soalnya hewan ini cepat jinak pada pemiliknya,” ujar Ika.

Susah senang pun dialami Ika saat memelihara sugar glider, dia senang dapat berinteraksi dengan para pencinta SG yang lain bahkan sampai dari luar daerah. Dirinya juga mengaku mendapat keuntungan dari penjualan anak dari sugar glider peliharaannya. “Sayang sih untuk menjual, tetapi kalau kebanyakan aku gak sanggup meliharanya,” terangnya diiringi senyum.

Saat yang menyedihkan bagi Ika yaitu saat sugar glidernya sakit, apalagi saat sugar glidernya menderita luka di kulit. Dia pun harus mengoleskan salep khusus di kulit sugar glider yang terluka, dan setelah itu mengajaknya main sampai salep itu meresap. Hal itu bertujuan agar salepnya tidak langsung dijilati sehingga jadi mubadzir.

Ika pun senang karena dia telah bergabung di KPSGI, dia dapat menambah teman, berdiskusi tentang sugar glider, dan dapat mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh komunitas. (Amirul Yusuf)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved