Ekonomi dan Bisnis

Keluarkan Dua SBN Euro dan Dollar Sekaligus, Ini Alasan Pemerintah

Ini pertama kalinya pemerintah menerbitkan dua SBN valas sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

Keluarkan Dua SBN Euro dan Dollar Sekaligus, Ini Alasan Pemerintah
kontan

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah telah menerbitkan surat berharga negara (SBN) berdenominasi euro dan dollar Amerika Serikat (euro bond dan global bond) sekaligus dengan masing-masing nilai sebesar € 1 miliar dan US$ 2 miliar. Ini pertama kalinya pemerintah menerbitkan dua SBN valas sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu) Robert Pakpahan mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai antisipasi terhadap volatilitas di pasar keuangan Eropa dan AS.

Sebab kata Robert, Bank Sentral Eropa berencana melakukan pengetatan kebijakan moneternya. Sementara Bank Sentral AS juga berencana untuk mengurangi neracanya.

"Kalau kami terbitkan multi currency, nanti investor yang mau beli itu bertambah. Memanfaatkan itu saja sih dan nanti ada persaingan juga," kata Robert saat ditemui di DPR, Selasa (17/7).

Dua jenis denominasi valas yang diterbitkan tersebut terdiri dari tiga tenor. Ketiganya, yaitu tenor tujuh tahun untuk euro bond sebesar € 1 miliar. Kemudian, tenor 10 tahun dan 30 tahun untuk global bond masing-masing sebesar US$ 1 miliar. SBN bertenor panjang hingga 30 tahun ini juga jarang diterbitkan pemerintah.

Robert beralasan, penerbitan SBN bertenor panjang tersebut dilakukan untuk mengelola portofolio. Tujuannya, agar SBN yang jatuh tempo tidak menumpuk di satu tenor. Adapun rata-rata jatuh tempo SBN saat ini 8,9 tahun.

"Mengelola portofolio itu harus ada yang panjang. Tetapi harus bisa dihitung, kalau semua 30 tahun kita kacau juga, yang SPN tiga bulan juga banyak, nah itu mengimbangi," tambah Robert.

Berita ini dipublikasikan kontan.co.id dengan Judul "Ini alasan pemerintah terbitkan dua SBN sekaligus"

Editor: Didik Trio
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help