Kriminalitas Tapin

Remaja Cabuli Pelajar SLTP, Modusnya Korban Dipaksa Minum Zenith

Menggauli pelajar SLTP itu, dua kali dilakukannya di rumah teman dan satu kali di pos kamling tak berpenghuni.

Remaja Cabuli Pelajar SLTP, Modusnya Korban Dipaksa Minum Zenith
Halaman 1 Harian Metro Banjar Edisi Cetak Kamis (20/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Bermodal zenith, seorang remaja nekat mencabuli pacarnya. Polsek Hatungun Polres Tapin menangkap pria berinisial SH (17) warga Hatungun karena dilaporkan melakukan pencabulan terhadap M (15) warga Hatungun, Selasa (18/7).

Ditemui Rabu (19/7) di Polres Tapin, SH banyak tertunduk saat diperiksa Satreskrim Bagian Penyidik Anak. SH mengakui perbuatannya telah menggauli M, sejumlah tiga kali. Salah satunya perbuatan itu dia lakukan pada Senin (17/7) malam.

Menggauli pelajar SLTP itu, dua kali dilakukannya di rumah teman dan satu kali di pos kamling tak berpenghuni.

Menurut SH perbuatannya menggauli M atas dasar mau sama mau. Apalagi hubungannya dengan M adalah berpacaran sudah berlangsung tiga pekan.

Dijelaskan SH, awal perkenalannya dengan M melalui media sosial fecebook. Tiga bulan kenalan di FB, lalu mereka menjalin hubungan pacaran.

Bila Sh berkilah bahwa perbuatan cabul dilakukan atas dasar suka sama suka, lain lagi keterangan korban M pada Polisi. “Pencabulan kali pertama atas desakan SH,” jelas Kasat Reskrim Polres Tapin AKP Dodi melalui Bripka Fajar.

Kemudian M mau melayani SH karena diiming-imingi akan mengawini M setelah lulus sekolah.

Meorihatinkan lagi, kepada polisi SH mengaku sebelum melakukan pencabulan terhadap M, dia terlebih dulu meminumi korban dengan zenith sebanyak tiga butir. "Saya minum lima butir, dia saya beri tiga butir. Setelah minum, baru main," jelas SH.

Pengkuan SH, dirinya terpengaruh video porno yang sering dia tonton. Selama ini dia memang sering nonton video porno yang diperoleh dari berbagai situs di internet.

Bahkan tidak segan-segan SH mengaku punya koleksi 50 buah video porno. Tetapi sebelum ditangkap polisi, video itu telah dihapusnya.

AKP Dodi melalui penyidiknya Bripka Fajar, menjelaskan terungkapnya kasus ini setelah M meninggalkan rumah hingga dini hari, kemudian M ditemukan orangtuanya bersama seorang lelaki di sebuah jalan di Hatungun.

“Merasa curiga, kasus ini dilaporkan ke Polsek, kemudian terungkap adanya perbuatan pencabulan yang dialami M,” jelas AKP Dodi.

SH mengaku tidak akan mengulangi lagi perbuatannya tersebut. Dia mengaku kapok setelah sehari berada dalam penjara. (him)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Cetak Kamis (20/7/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help