BanjarmasinPost/

Berita Nasional

Siswa Pelaku Bully Tidak Diterima di Sekolah Negeri Manapun

Fenomena 'bully' adi tersebar viral di media sosial. Kekerasan yang tak pantas dilakukan oleh seorang pelajar dipertontonkan kepada publik.

Siswa Pelaku Bully Tidak Diterima di Sekolah Negeri Manapun
banjarmasinpost.co.id/restudia
Acara Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental Melalui Medsos di Rattan Inn, (20/7/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Fenomena 'bully' saat ini jadi tersebar viral di media sosial. Kekerasan yang tak pantas dilakukan oleh as eorang pelajar dipertontonkan kepada publik.

Hal ini, menurut Asdep Pendidikan Menengah dan Keterampilan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, R Wijaya Kusumawardana tak bisa ditoleransi.

Kejadian siswa SD di Thamrin City misalnya diputuskan untuk dikeluarkan. Sesuai dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta yang mengacu pada Permendikbud tentang Pengenalan Karakter Lingkungan Sekolah.

Hal tersebut memang masih menjadi pro dan kontra, karena siswa malah dikeluarkan ketika melakukan kekerasan. Tapi hal tersebut tak bisa ditoleransi lagi.

"Bahkan di instruksi Gubernur DKI Jakarta siswa tersebut tak akan diterima di sekolah negeri manapun di Jakarta. Jangan sampai terjadi lagi di daerah manapun, termasuk di Kalsel", katanya di acara Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental Melalui Medsos di Rattan Inn, (20/7).

Pada Kesempatan tersebut, ia mengajak pelajar harus menyampaikan gerakan revolusi mental di media. Media sosial harus digunakan untuk menyampaikan pesan yang baik. (*)

Penulis: Restudia
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help