BPost Edisi Cetak

Tak Ada Penerbangan, Robi Bawa Jenazah Lewat Darat Selama 18 Jam

NASIB bandara perintis di Kalsel mungkin masih lebih baik dibanding di Kalteng. Di provinsi tetangga ini, jumlah bandara perintis lebih banyak

Tak Ada Penerbangan, Robi Bawa Jenazah Lewat Darat Selama 18 Jam
banjarmasinpost.co.id

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - NASIB bandara perintis di Kalsel mungkin masih lebih baik dibanding di Kalteng. Di provinsi tetangga ini, jumlah bandara perintis lebih banyak yakni sembilan. Namun, layanannya sebatas satu hingga tiga kali sepekan. Tidak ada maskapai melayani penerbangan tiap hari.

Kondisi ini membuat sebagian warga tidak bisa optimal memanfaatkan moda udara itu. Robi, warga asal Kabupaten Sukamara, mengaku sempat kesulitan mendapatkan pesawat rute Pangkalanbun-Banjarmasin. Saat ingin membawa jenazah orangtuanya dari Sukamara ke Pangkalanbun lalu Banjarmasin, ternyata tidak ada penerbangan.

“Saat itu saya ingin bawa jenazah orangtua, dari Sukamara. Maksud hati ke Banjarmasin lewat jalur udara menumpang pesawat perintis. Namun, saat ke berada di bandara ternyata pesawat perintis hari itu tidak ada jadwal penerbangan, sehinga akhirnya terpaksa membawa jenazah lewat jalur darat dengan jarak tempuh selama 18 jam. Saya berharap ada penambahan flight setiap hari,” beber Robi.

Selengkapnya baca banjarmasin post edisi cetak Jumat (21/7/2017) atau klik http://banjarmasinpost.co.id

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved