Tajuk

Kasus Novel Sebuah Tanda Tanya

APA kabar kasus Novel Baswedan? Genap 100 hari sudah kasus penganiayaan yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Kasus Novel Sebuah Tanda Tanya
BPost Cetak
Ilustrasi 

APA kabar kasus Novel Baswedan? Genap 100 hari sudah kasus penganiayaan yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu belum juga ada lidik majunya. Hingga kini, masih belum ada rilis (kabar) baik atau perkembangan berarti kasus tersebut.

Info terbaru dari Mabes Polri malah kabar ditariknya Irjen Pol Muhammad Iriawan, Kapolda Metro Jaya ke Mabes Polri. Iriawan yang semula ditugasi menuntaskan kasus Novel kabarnya ‘naik kelas’ ditunjuk menjadi Asisten Operasional Kapolri. Kursi Kapolda Metro Jaya kini ditempati Irjen Pol Idham Azis yang sebelumnya Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Suka tidak suka, sejatinya publik justru melihat Iriawan telah ‘gagal’ ketika diserahi tugas oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menyelesaikan kasus Novel. Bukan apa-apa, kasus penganiayaan penyidik KPK itu bisa dikatakan memiliki nilai A Plus jika bisa diungkap.

Dan, faktanya, 100 hari sejak kasus Novel mulai ditangani Polda Metro Jaya, bahkan juga diback up Mabes Polri, tak ada perkembangan berarti dari kemajuan kasus tersebut. Tidak salah kalau kemudian publik khawatir atas kelanjutan kasus Novel. Bukan apa-apa, kepolisian terkesan begitu kesulitan mengungkap kasus Novel seperti tidak berujung.

Sejumlah orang yang sempat diindikasikan sebagai ‘pelaku’ dilepas begitu saja lantaran tak cukup alasan untuk menetapkannya sebagai tersangka. Jadi, sangat wajar kalau Novel Baswedan merasa kecewa dengan cara kerja polisi yang dikesankan ‘setengah hati’ mengungkap kasusnya.

Tidak salah pula kalau kemudian Novel menumpahkan rasa kecewanya itu ke media di luar sana.
Publik pun merasa perlu menyoal cara kerja polisi dalam mengungkap kasus Novel. Rasanya sangat aneh kalau kasus Novel yang sejatinya tidak berat-berat amat, tapi kenapa justru begitu gelap di mata pihak kepolisian. Kemana para penyidik andal yang katanya bisa dengan mudah mengungkap kasus-kasus rumit. Apa benar seperti yang disebutkan Novel bahwa ada ‘orang kuat’ berbintang di kepolisian sehingga kasusnya tak berjalan sebagaimana mestinya.

Seharusnya petinggi Polri di Trunojoyo juga tidak lantas gamang dalam menuntaskan kasus ini. Bagaimanapun, kasus Novel, saat ini menjadi sebuah tolak ukur keprofesionalan kepolisian. Publik sangat mengapresiasi langkah-langkah Polri dalam menuntaskan berbagai kasus rumit yang terjadi di Tanah Air selama ini. Kasus pengungkapkan penyelundupan satu ton sabu dari Cina, kasus penyelewengan ribuan ton beras oplosan, dan berbagai kasus pelik seperti terorisme. Kita tetap mendukung langkah-langkah cerdas dan tangkas kepolisian dalam menuntaskan setiap kasus yang terjadi.

Hanya saja, publik tidak ingin kasus Novel tidak pernah terselesaikan, bahkan menguap begitu saja. Bagaimana pun kasus Novel adalah ‘pekerjaan rumah’ yang tidak bisa ditunda. Karena memang publik ingin mengetahui mengapa Novel sampai harus mengalami penganiayaan sadis seperti itu. Apa motifnya dan apa alasan pelaku melakukan tindak kejahatan seperti itu.

Dan, 100 hari sejak tragedi Novel pada Selasa dini hari, masih menjadi tanda tanya kita semua. Publik ingin pengampu kebijakan yang baru di Polda Metro Jaya menuntaskan kasus Novel yang sarat dengan tanda tanya. Publik tidak ingin tanda tanya itu tidak akan pernah menemukan jawabannya! (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved