Banjarmasin Raih Kota Layak Anak

Tambah Ruang Hijau, Tahun Depan Simpang Ulin Dibangun Taman Ramah Anak

Tahun depan, direncanakan pintu masuk Jalan Simpang Ulin, di samping Duta Mall Banjarmasin juga direncanakan dibangun taman ramah anak.

Tambah Ruang Hijau, Tahun Depan Simpang Ulin Dibangun Taman Ramah Anak
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post edisi Cetak, Senin (24/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Muhyar mengatakan, Wali Kota Sementara Muchyar, Kadinas LH Kota Banjarmasin menilai tapat langkah wali kota tidak menyerahkan Taman Kamboja kepada pihak ke-tiga serta dijadikan area bisnis seperti rencana sebelumnya.

“Tahun depan kami susun pembagiannya, blok-blok mana yang dijadikan taman ramah anak, mana yang jadi lokasi olahraga. Yang jelas, langkah tidak menyerahkan ke pihak ketiga sudah bagus dan Taman Kamboja tetap jadi ruang terbuka hijau,” kata dia.

Tahun depan, direncanakan pintu masuk Jalan Simpang Ulin, yang berada tepat di samping Duta Mall Banjarmasin juga direncanakan dibangun taman ramah anak. Lokasinya, persis di eks bangunan SD yang sebelumnya dibongkar untuk kepentingan pelebaran Jalan Simpang Ulin.

“Insyaallah akan terus ditambah secara bertahap,” terangnya.

Selain kategori pratama, Kementerian PPPA juga menyerahkan anugram katogori utama yang diraih kota Surabaya dan Surakarta. Sementara kategori Nidya diraih Kota Denpasar, Gianjar, Padang, Magelang, Depok, Bogor dan Sleman.

Sementara itu, sejumlah kalangan mengapresiasi anugrah Pramata Kota Layak Anak yang diraih Pemko Banjarmasin.

Kata Fitri dari Coin of Chance (CoC), organisasi nirlaba yang banyak bergerak di bidang sosial dan anak berpendapat, masih banyak yang harus diperbaiki Pemko Banjarmasin dalam menuju Kota Layak Anak.

“Tapi ini permulaan bagus, harus diapresiasi. Realisasi mewujudkan taman ramah anak di Taman Kamboja harus bisa dibuktikan, karena sejauh ini belum ada di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Selain itu, masih banyak PR yang harus dikerjakan untuk bisa memberikan support mendukung masa emas perkembangan anak.

“Sejauh ini, pergerakan memang sudah kelihatannya terutama aktifnya Ibu Wali Kota Banjarmasin Siti Wasilah membuat gerakan memberikan perlindungan kepada anak yang lahir dari hasil nikah siri. Langkah-langkah seperti ini harus konsisten,” kata dia.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Sri Nurnaningsih mengapresiasi atas prestasi yang diraih Kota Banjarmasin “Terbitnya Perda No 15 tahun 2015 adalah salah satu bukti komitmen kita bersama jadikan kota ini jadi kota yang layak anak,” ujarnya.

Pihaknya berharap Pemerintah Kota Banjarmasin bisa komitmen membangun kota layak anak

“Anggaran memang masih kurang, harus kita akui. Tapi porsinya ke depan harus lebih besar, terumatama untuk punya fasilitas yang memadai dan ramah untuj anak,” kata dia. (warta kota/rmd)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post edisi Cetak, Senin (24/7/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help