Kriminalitas Hulu Sungai Utara

Terjaring Patroli, Polisi Dapati Hamli Simpan Zenith dalam Sepatu

Setelah dilakukan pencarian, akhirnya ditemukan penjual zenith yang bernama Hamli (33) alias Ali Jiggong, warga Jalan Desa Jarang Kuantan.

Terjaring Patroli, Polisi Dapati Hamli Simpan Zenith dalam Sepatu
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Petugas memperlihatkan zenith yang disimpan di sepatu.

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Polsek Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) rutin melakukan patroli. Kali ini, saat patroli Minggu (23/7/2017) siang, Kapolsek Amuntai Selatan Iptu Heri dan anggotanya menyisir ke beberapa desa.

Saat melintasi Desa Jarang Kuantan, anggota mendapati satu warga yang tengah tak sadarkan diri di TV umum Gang Mangga. Yadi, warga Desa Telaga Hanyar, Kecamatan Amuntai Selatan ini tak sadarkan diri setelah meminum beberapa obat zenith dari carnophen.

Benar saja, saat dilakukan penggeledahan ditemukan 17 butir zenith didalam sakunya. Meskipun dalam kondisi di bawah pengaruh obat obatan anggota Polsek Amuntai Selatan tetap menginterogasi Yadi untuk mendapatkan informasi dimana dia membeli zenith tersebut.

Setelah dilakukan pencarian, akhirnya ditemukan penjual zenith yang bernama Hamli (33) alias Ali Jiggong, warga Jalan Desa Jarang Kuantan.

Tampaknya, Hamli sering melakukan transaksi dengan pembelinya di TV umum Gang Damai tersebut. Setelah dilakukan penggeledahan, ternyata Hamli menyimpan zenith lainnya di dalam sepatu yang diletakkan di atas TV umum.

"Terdapat 97 butir zenith yang disimpan didalam sepatu sebelah kiri milik Hamli, Sepatu diletakkan diatas TV umum warga agar tidak dicurigai," ujar Iptu Heri.

Selain itu, Polsek Amuntai Selatan juga membawa barang bukti berupa uang sebesar Rp 32 ribu serta sepatu warna coklat milik tersangka.

Iptu Heri menambahkan, masyarakat diharapkan lebih peduli dengan kondisi di sekitar lingkungan, aparat desa dan ketua RT juga perlu waspada dengan adanya aktifitas berkumpul warga. Perlu dilakukan pemantauan mengenai apasaja yang dilakukan warganya.

Jangan sampai aktivitas kumpul-kumpul bersama di TV umum atau bahkan pos jaga justru dijadikan sebagai markas atau tempat jual beli barang terlarang.

"Jika mengetahui ada tindakan melanggar hukum di lingkungan bisa dilaporkan ke aparat desa atau langsung ke anggota polisi, agar bisa segera ditindak," ujarnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help