Berita Banjarbaru

Tepergok Beroperasi di Pembatuan, Dua PSK Ini Dipenjara Dua Bulan

Keduanya terpaksa memilih hukuman dua bulan penjara karena tak mampu membayar uang denda yang telah diputuskan

Tepergok Beroperasi di Pembatuan, Dua PSK Ini Dipenjara Dua Bulan
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Dua PSK yang tepergok beroperasi di Pembatuan saat di Pengadilan Negeri Banjarbaru, Selasa (25/7/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dua PSK yang terjaring dalam razia Satpol PP, Jumat malam lalu, tertunduk dan lemas saat mendengar putusan hukuman dari Pengadilan Negeri IIa Banjarbaru.

Mereka yang kedapatan masih membuka praktik esek-esek di Pembatuan, Landasanulin Timur itu dijatuhi hukuman kurungan dua bulan atau denda Rp 1 juta.

Keduanya terpaksa memilih hukuman dua bulan penjara karena tak mampu membayar uang denda yang telah diputuskan dalam sidang yang digelar, Selasa (25/7/2017) itu.

"Kami tidak ada persiapan dan tidak tahu boleh bayar, kami kira akan dipenjara saja," ujar satu PSK, Ari.

Menurutnya, mereka yang menyewa satu rumah bersama itu tak membawa uang banyak. "Ini paling cuma puluhan ribu rupiah saja," ujarnya.

Kedua PSK Pembatuan tersebut tepergok Satpol PP saat masih membuka praktik esek-esek di rumah sewaan. Keduanya tampak menunggu pengunjung di dalam rumah dengan kondisi pintu rumah yang dibuka pada pukul 23.00 Wita.

Keduanya pun diangkut oleh Satpol PP setelah mengaku sebagai salah satu PSK yang masih membuka layanan di Pembatuan.

Sementara, Kasatpol PP Kota Banjarbaru, H Marhain Rahman mengatakan, kedua PSK yang sidang, salah satunya merupakan yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Banjarbaru dan dipulangkan ke daerah asalnya.

Praktik prostitusi di Pembatuan, ungkapnya memang sulit dituntaskan. Terlebih masyarakat sekitar tampak tak seratus persen mendukung hilangnya praktek itu di wilayahnya.

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved