Komunitas Ba2m Sering Digandeng Polisi Lalu Lintas

Tidak seperti klub mobil lain yang dibentuk lalu bubar tanpa alasan, komunitas Ba2m masih tetap bertahan hingga sekarang memasuki tahun ke-12.

Komunitas Ba2m Sering Digandeng Polisi Lalu Lintas
istimewa
Komunitas Bubuhan Anak Anak Modifikasi (Ba2m) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penggemar otomotif di Kalimantan Selatan yangs atu ini awalnya hanya sebatas sering berkumpul.

Lalu mereka sepakat membentuk komunitas untuk kian mempererat silaturahmi dan memantapkan kegiatan.

Komunitas tersebut adalah Bubuhan Anak Anak Modifikasi atau biasa disingkat Ba2m. Melalui adanya komunitas, para anggota makin mudah bertukar informasi mengenai perkembangan hobinya.

Misalnya tempat memperoleh suku cadang, aksesoris mobil, hingga bengkel yang berkualitas.

Kini seiring dengan semakin banyaknya teknologi mobil keberadaan komunitas mobil pun kian beragam dan bertambah jumlahnya.

Namun, dari sekian banyak komunitas tersebut ada yang bubar dan tidak sedikit masih ada yang bertahan.

Tidak seperti klub mobil lain yang dibentuk lalu bubar tanpa alasan, komunitas Ba2m masih tetap bertahan hingga sekarang memasuki tahun ke-12.

"Salah satu resep kami bisa bertahan hingga sekarang adalah komitmen dan cita-cita para anggota yang selalu mengedepankan kebersamaan," ucap Ketua Umum Ba2M, Andi Haridjanto, Rabu (26/07/2017).

Andi menjelaskan Ba2M satu-satunya klub mobil yang bertahan hingga puluhan tahun sampai saat ini seangkatan dengan klub mobil pertama yang hadir di Banua, Carholic.

Ia menuturkan Ba2M dibentuk pada 27 September 2005 lalu. Awalnya komunitas ini merupakan kumpulan anak kuliah yang satu kampus.

"Awalnya saya mau masuk komutas lain tapi agak minder karena mobil yang saya miliki mobil butut. Lalu saya bersama empat orang teman kuliah Isan, uji, Riza, Andi berkumpul," ujar Andi.

Keinginan mereka untuk membentuk komunitas mobil sudah tidak bisa ditahan lagi sehingga mereka pun sepakat membentuk komunitas Ba2m ini.

"Kami kan satu kampus. Sering ngomong Babam (bahasa Banjar pukul). Lalu saya usul awalnya di tolak Isan tapi saya ngoto nama Babam," ujar Andi.

Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi, Kamis (27/07/2017).

(khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved