BanjarmasinPost/

Kriminalitas Banjarmasin

Wanita Kurir Sabu Asal Batam Ini Bernyanyi "Pak Raden" Pun Ditangkap

Wajahnya tampak sedikit pucat dan hanya bisa menunduk kala jepretan kamera serta pandangan sejumlah petugas ke arahnya.

Wanita Kurir Sabu Asal Batam Ini Bernyanyi
irfani rahman
Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Marsauli Siregar dan tersangka dua kurir yang ditangkap Ani asal Batam dan 'Pak Raden' asal Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ardiani alias Ani (45) warga Komplek Putra Jaya. Rt015, RW7, Tanjung Ucang Kecamatan Sagulung Batam kurir sabu yang ditangkap Badan Narkotika Nasional Propinsi Kalimantan Selatan, saat ini tampaknya hanya bisa pasrah menunggu proses hukumnya.

Wajahnya tampak sedikit pucat dan hanya bisa menunduk kala jepretan kamera serta pandangan sejumlah petugas ke arahnya.

"Aku baru satu kali saja ke Banjarmasin, di upah Rp21 juta tapi belum lagi uangnya diambil," jelasnya kemarin,

Menurutnya sebenarnya ia bekerja pada perusaan kontruksi di Batam namun berhenti karena orang tua sakit dan ia terima pekerjaan mengantar sabu ini karena perlu uang untuk membantu orang tuanya operasi di Jakarta,.

Ia pun mengaku bahwa baru kenal dengan rekannya perempuan (yang juga ditangkap bernama Dwi yang dibawa ke BNNP Kalteng).

Ya, dua perempuan Ani dan Dwi warga Batam ini ditangkap jajaran Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Kalimantan Selatan saat baru tiba di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru dengan menggunakna pesawat pada Minggu (22/7) sekitar pukul 10:00 Wita.

Begitu turun dari pesawat petugas BNNP Kalsel yang curiga langsung mengamankan keduanya.

Brigjen Marsauli Siregar didampingi Kabid Penindakan AKBP Edy Saprianadi , Selasa (25/7) siang mengungkapkan pihaknya berhasil menggalkan peredaran sabu untuk diedarkan di Banjarmasin dan Palangkayara Kalteng.

Ternyata selain menangkap Ani, Marsauli juga menambahkan, pihaknya juga menangkap satu penerima barang di daerag Gambut atas nama Abdul Hamid alias Pak Raden (62) warga Jalan Kelayan B Jembatan III Gang Gembira RT16, Banjarmasin Selatan.

Pak Raden ini ditangkap ketika mau mengambil sabu dari Ani di Gambut, Kabupaten Banjar pukul 11;00 Wita.

Pak Raden sendiri ketika ditanya mengaku ia juga disuruh mengambil sabu itu dengan upah Rp4 juta.

"Upahnya Rp4 juta , aku disuruh juga," paparnya sehari-hari mengaku pernah bekerja jadi tukang becak, pemulung dan lain-lain.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help