Kriminalitas Tanahlaut

Dititipkan Agar Dijaga, Inung Malah Nodai Anak Angkatnya Berkali-kali

Nurmansyah alias Inung (47) ditangkap karena diduga pelaku asusila terhadap bocah bernama RN (10) warga Desa Guntungbesar, Kecamatan Pelaihari.

Dititipkan Agar Dijaga, Inung Malah Nodai Anak Angkatnya Berkali-kali
Kompas.com/ Ericssen
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kasus asusila selalu mewarnai pengungkapan tindak pidana kriminalitas di Kabupaten Tanahlaut.

Nurmansyah alias Inung (47) ditangkap karena diduga pelaku asusila terhadap bocah bernama RN (10) warga Desa Guntungbesar, Kecamatan Pelaihari.

Wajah pelaku yang tertutup topeng kain itu hanya tertunduk saat ditanya Wakapolres Tanahlaut, Kompol Iwan Hidayat, Rabu (26/7).

Pelaku terancam hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun karena melanggar Undang Undang Tentang Perlindungan Anak.

Pelaku ternyata seperti tak pernah puas dan jera menodai korban di kebun miliknya, tak jauh juga dari rumah orangtua korban.

Aksi bejat pelaku tak cukup sekali. Tapi ternyata kerap kali diakuinya saat ditanyai Iwan Hidayat. "Saya sudah berkali-kali menodai korban di kebun," ujarnya kepada Iwan Hidayat.

Iwan Hidayat menjelaskan, motif pelaku mencabuli korban karena tak mampu menguasai nafsu syahwatnya. Pelaku diduga tergiur melihat kemolekan tubuh korban.

Padahal, pelaku sebenarnya dititipi amanah oleh orangtua korban agar menjaga korban. Namun, godaan itu tak mampu dilawan pelaku, sehingga korban yang bisa disebut cucu pelaku pun ternodai.

"Korban berteriak saat dicabuli pelaku sehingga didengar warga dan mengadukan olah pelaku kepada polisi," ujar Iwan.

Iwan mengimbau agar orangtua lebih hati-hati dan melakukan pengawasan terhadap putrinya. Jika terpaksa harus ditinggal bekerja, sebaiknya dititipkan kepada keluarga yang dapat dipercayai. "Korban memang dititipkan kepada pelaku oleh kedua orangtua korban " ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Guntung Besar, Jumaderi dikonfirmasi membenarkan, warganya diamankan polisi karena diduga melakukan perbuatan asusila.

Menurut Jumaderi, pihaknya selaku aparatur Pemerintahan Desa Guntung Besar merasa prihatin karena korban juga merupakan anak angkat pelaku.

"Korban kemungkinan akan dititipkan di Panti Asuhan Anak milik Pemerintah Provinsi Kalsel di Kota Banjarbaru," ujarnya.

Jumaderi pun mengaku sudah mendampingi kerabat pelaku bertandang ke Mapolres Tanahlaut. Itu untuk mendengar penjelasan langsung dari penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Tanahlaut'>Polres Tanahlaut, terkait kasus yang membelit pelaku. (tar)

Baca di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (27/7/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help