Kriminalitas Tanahlaut

Dua Pengedar Sabu di Takisung Dibekuk, Marlihat Menyesal Bisnis Narkoba

Dari akumulasi pengungkapan kasus narkotika dan peredaran obat secara ilegal itu, terkini adalah pengungkapan di Desa Ranggang, Kecamatan Takisung.

Dua Pengedar Sabu di Takisung Dibekuk, Marlihat Menyesal Bisnis Narkoba
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Marlinah, salah satu tersangka kasus narkoba dan obat-obatan terlarang yang diamankan di Polres Tanahlaut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pengungkapan kasus tindak pidana narkotika dan peredaran obat tanpa izin di wilayah hukum Polres Tanahlaut selama Juli ini, dipublikasikan.

Wakapolres Tanahlaut, Kompol Iwan Hidayat menegaskan, selama kegiatan pemberantasan tindak pidana peredaran narkotika dan peredaran obat tanpa izin, pihaknya mengamankan 18 tersangka.

Riancian dari penetapan 18 tersangka itu, empat tersangka kepemilikan narkotika jenis sabu dan selebihnya tersangka kepemilikan dan pengedar obat tanpa izin.

"Itu merupakan hasil kegiatan Satresnakotika Polres Tanahlaut dan Kegiatan Polsek se Tanahlaut, terkecuali Polsek Panyipatan," ujarnya.

Dari akumulasi pengungkapan kasus narkotika dan peredaran obat secara ilegal itu, terkini adalah pengungkapan di Desa Ranggang, Kecamatan Takisung.

Para tersangka kasus narkoba yang diamankan di Polres Tanahlaut.
Para tersangka kasus narkoba yang diamankan di Polres Tanahlaut. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Polisi menangkap dua terduga pengedar narkotika jenis sabu dan obat tanpa izin, Arbain alias Aar dan Hairul alias Wakaf, Selasa (25/7) sekitar pukul 19.45 Wita, atas pengaduan warga setempat.

Dari tangan kedua terduga itu, polisi mengamankan piket kaca berisi sisa sabu, bong dari botol air kemasan, ribuan butir obat tanpa izin dan uang Rp 1.630.000.

Kompol Iwan Hidayat mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Tanahlaut agar turut memerangi peredaran narkotika dan obat tanpa izin itu di wilayah tempat tinggal. Itu karena sasaran pengedar obat tanpa izin itu adalah kalangan anak muda dan generasi penerus bangsa.

Salah satu tersangka, Marlinah, warga Desa Sungairiam, Kecamatan Pelaihari, yang tertangkap pada 17 Juli 2017 atau satu pekan lalu di Desa Sungairiam, Kecamatan Pelaihari, sekitar pukul 22.30 Wita, mengaku, jera dan menyesali perbuatannya hingga tertangkap mengedarkan ratusan buti obat tanpa izin.

Padahal bisnis haram itu baru saja dirintisnya dan belum menghasilkan keuntungan besar yang berlimpah uang.

"Saya baru saja menjual obat. Belum ada keuntungan. Kebanyakan yang membeli adalah orang dewasa," katanya. (tar)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (27/7/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help