Kuliner

Mahasiswa Cantik Ini Bikin Dodol Tisu Bareng Ibu-ibu Warga Desa Bakarangan

Para mahasiswa dan ibu-ibu Desa Bakarangan kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin kini makin kerja keras buat dodol tisu

Mahasiswa Cantik Ini Bikin Dodol Tisu Bareng Ibu-ibu Warga Desa Bakarangan
nia kuniawan
Ayda Iriani, mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian bersama ibu-ibu bikin Dodol Tisu

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Dodol Tisu. Penasaran kan, terbuat dari bahan apa dan bagaimana citarasanya. Kini dodol tisu makin mendapatkan hati para pecinta kuliner meski masih sebatas pemesanan melalui internet.

Namun, bagi para pembuatnya sudah mulai kewalahan. Para mahasiswa dan ibu-ibu Desa Bakarangan kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin kini makin kerja keras buat dodol tisu karena banjir pesanan.

Berawal dari program kerja kuliah nyata, mahasiswa KKN Fakultas Pertanian ULM di desa itu. Para mahasiswa dari kelompok 40, melihat hasil pertanian di pekarangan warga desa begitu melimpah. Hasil pertanian itu yakni timun suri. Ya dodol tisu merupakan dodol yang terbuat dari timun suri , disingkat tisu.

Warga juga kebingungan selama ini timun suri tidak termanfaatkan dengan baik, paling maksimal timun suri dijual murah dan diolah pelengkap minuman es.

Ayda Iriani, mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian semester 7. Dia menceritakan, awal inovasi kuliner itu setelah banyak warga mengeluh kesulitan memanfaatkan timun suri agar bisa tahan lama dinikmati.

Ayda Iriani, mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian
Ayda Iriani, mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian (nia kuniawan)


"Kalau tidak termanfaatkan cepat ya busuk, saat panen harganya sangat murah," kata Ayda.

Selain punya nama unik Dodol Tisu, kini dodol itu populer di kalangan warganet dengan merek produk Dodol Tisu Talend. Uniknya lagi, pemilihan nama merek merupakan singkatan inisial nama anggota kelompok pencetus Dodol Tisu. Yakni T (Tama), A (Ayda), A (Angga), A ( Andri), L (Lutfi), E (Elly), N (Nissa), D (Dessy). Dodol Tisu Talend.

"Iya brand dan produk itu diberikan kepada warga untuk warga disini, kami brharap masyarakat di desa bakarangan ini bisa mengambangkan atau meneruskan kembali cara pembuatan dodol Tisu ini sebagai usaha rumahan yang mampu bersaing dipasaran," ucap Ayda. (Kur)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help