Kriminalitas HSS

Usai Serang Syafi’i yang Sedang Tidur, Misran Keluar Bawa Parang Berlumur Darah

Saat Syafi’i tidur nyenyak, Misran menebaskan parang ke tubuh Syafi’i. Tebasan dua kali itu mendarat di leher dan pipi sebelah kiri Syafi’i.

Usai Serang Syafi’i yang Sedang Tidur, Misran Keluar Bawa Parang Berlumur Darah
Halaman 1 Harian Metro Banjar Edisi Cetak Jumat (28/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Syafi'i (20) warga Desa Baru Kecamatan Daha Barat, Hulu Sungai Selatan (HSS) tewas diparang temannya sendiri saat tidur, Rabu (26/7) sekitar pukul 14.30 Wita. Diduga pelaku mempunyai riwayat sakit atau gangguan jiwa.

Korban tewas dengan luka bacok di bagian leher dan pipi korban. Pembacoknya Misran (25), warga Desa Baru. Misran melarikan diri usai melakukan aksinya. Namun beberapa jam kemudian anggota Polres HSS berhasil menangkap Misran.

Informasi didapat di lapangan, Syafi’i dan Misran berteman baik. Saking baiknya, Syafi’i mau saja diajak Misran beristirahat di rumahnya, Rabu (26/7) siang. Namun siapa menyangka, saat itulah maut menjemput Syafi’i.

Saat Syafi’i tidur nyenyak, Misran menebaskan parang ke tubuh Syafi’i. Tebasan dua kali itu mendarat di leher dan pipi sebelah kiri Syafi’i. Syafi’i pun langsung meninggal di tempat kejadian.

Seusai membunuh Syafi’i, Misran pun keluar dari rumahnya sambil membawa parang yang masih berlumuran darah. Salah seorang warga sempat melihat dan bertanya kepada Misran, apa yang telah dia lakukan.

Misran mengaku dia telah membunuh kucing. Namun warga itu tidak percaya begitu saja. Setelah Misran pergi, warga melihat ke rumah Misran dan menemukan Syafi’i dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Warga tersebut melaporkan kejadian itu kepihak berwajib. Anggota Polsek Daha Selatan langsung ke lokasi kejadian dan berhasil menangkap pelaku berserta barang buktinya, sebilah parang.
Kasat Reskrim Polres HSS AKP Reza Bramantya mengatakan, pelaku sudah diamankan di Polres HSS.

"Kami sedang mendalami motif pembunuhan yang dilakukan Misran. Kami juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan Misran,” ujar Reza, Kamis (27/7).

Informasi awal, kata Reza, Misran mempunyai riwayat gangguan jiwa. “Sementara ini pelaku bakal dijerat pasal dengan menghilangkan nyawa orang lain. Ancamannya maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya. (ryn)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Cetak Jumat (28/7/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved