Gejolak Harga Garam

Kelangkaan Garam di Pasaran Tak Pengaruhi Harga Ikan Asin

Edy Budiono, produsen ikan telang asin, menyebut, kenaikan harga garam belum berimbas kepada ikan asinnya karena pihaknya masih memiliki stok garam.

Kelangkaan Garam di Pasaran Tak Pengaruhi Harga Ikan Asin
Halaman 1 harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Sabtu (29/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Kelangkaan garam di Kalimantan Selatan belum berimbas kepada produksi ikan asin. Edy Budiono, produsen ikan telang asin, menyebut, kenaikan harga garam belum berimbas kepada ikan asinnya karena pihaknya masih memiliki stok garam.

“Kalau ikan asin telang yang menentukan harga naik cepat itu jika produksinya sedikit. Saat ini riilnya masih banyak,” kata produsen ikan telang asin di Muara Kintap Kabupaten Tanahlaut ini, Jumat (28/7).

Disebutkan dia, harga ikan telang asin, sebelum garam naik Rp 65 ribu per kilo, dan harganya tetap per Jumat (28/7). “Masih stabil, belum ada kenaikan harga. Karena produksi cukup banyak. Stok garam masih ada, dan kemarin kami masih beli Rp 3.700 per kilogram,” jelas Edy.

Edy yang juga kasubag TU Pelabuhan Muara Kintap ini menjelaskan, pihaknya dalam memproduksi ikan telang asin per trip dalam seharinya. “Maksudnya satu trip penangkapan bisa 15-18 hari kapal di laut dengan produksi 150-500 kilogram ikan telang asin,” kata Edy Budiono.

Edy belum mau berandai- andai jika stok garamnya habis sementara harga garam terus naik.

“Prinsipnya, untuk menaikkan harga kami belum berani,” kata dia.

Naiknya harga garam juga mengancam perajin telor asin.”Saya jual telor asin kini Rp 3.000 per butir, sebelumnya Rp 2500 per butir,” kata Syahnah, penjual telor asin di Pasar Lima Banjarmasin.

Namun harga telor asin di ritel modern masih stabil, per biji dijual Rp 4.000. “Harganya tetap untuk telur asin tidak ada kenaikan sementara ini,” jelas kasir di salah satu ritel di Banjarmasin.

Birhasani, Kadis Perdagangan Prov Kalsel, menjelaskan pihaknya masih belum bisa lakukan langkah kongkret mengendalikan harga garam karena pedagang bergantung di pasaran Jawa Timur.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved