Berita Banjarbaru

Waspada, Titik Panas di Kalsel Melonjak Jadi 30 Titik di Bulan Juli, HSS Terbanyak 18 Hot Spot

Titik panas terbanyak berasal dari Kabupaten HSS dengan jumlah titik panas 18, disusul Kabupaten Banjar yaitu sembilan titik dan HSU delapan titik.

Waspada, Titik Panas di Kalsel Melonjak Jadi 30 Titik di Bulan Juli, HSS Terbanyak 18 Hot Spot
banjarmasinpost.co.id/Yayat
Ilustrasi - Titik api kembali muncul, berdasarkan hasil melalui satelit, kali ini berlokasi di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Beberapa hari terakhir ini jumlah titik panas atau hotspot di provinsi Kalsel meningkat. Jika pada Juni jumlah titik panas ada delapan, Juli titik panas meningkat hingga 30 titik.

Diungkapkan kasi Koordinator Posko Dinas Kehutanan Kalsel, M Hariyadi sepanjang 2017 hingga kini tercatat ada 45 titik panas di Kalsel. Rata-rata 40 titik berada di luar kawasan hutan yaitu kawasan lahan. Sementara lima titik merupakan kawasan hutan.

Titik panas terbanyak berasal dari Kabupaten HSS dengan jumlah titik panas 18, disusul Kabupaten Banjar yaitu sembilan titik dan Kabupaten HSU sebanyak delapan titik.

Namun ungkapnya titik panas tak selalu berpotensi api. Bahaya titik panas bisa menjadi titik api jika titik panas bergerombol atau titik panas terus berulang. Namun titik panas yang menghasilkan api akibat gesekan bumi tidak bisa serta Merta terjadi jika tidak ada pemicu.

"Kalau hanya karena ada bahan bakar tidak bisa langsung menjadi titik api, kecuali karena dibakar," ujarnya, Sabtu (29/7).

Sepanjang 2017 ini ditambahnya ada tujuh kali kebakarn lahan. Kesemuanya muncul di Juli ini. Pertama dari Tanahlaut sebanyak dua kali, Kotabaru tiga kali, Banjarbaru sekali yaitu di Sungai Ulin dan Kabupaten Banjar sekali di Indrasari. Namun semuanya berhasil dipadamkan dalam kurun waktu 2,5 jam.

"Semua terjadi karena pembukaan lahan," ujarnya. (rii)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help