BanjarmasinPost/

Berita Martapura

NEWSVIDEO : Polres Banjar Tertibkan Penambang Ilegal di Desa Baru

Swd mengakui, aktivitas tambang yang dilakukannya bersama dengan empat orang warga lainnya selama dua bulan terakhir.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Menggunakan sebo penutup wajah, Swd (45) menunjukkan kepada Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete peralatan menambang emas yang dia pakai selama selama dua bulan terakhir bersama kelompoknya, Rabu (26/7/2017).

Peralatan tambang berupa mesin sedot dumping, pipa paralon, geriken, lenggangan, gancu, satu botol ait raksa, satu botol kecil berisi pasir hitam bakal emas dan satu mangkuk putih berisi pasir hitam bercampur emas itu terlihat diamankan di Polres Banjar.

Warga Desa Baru RT 2 Kecamatan Mataraman dan kelompoknya terjaring operasi Peti Intan Polda Kalsel 2017 yang dilaksanakan Polres Banjar di Dusun Rejo Santoso Desa Baru RT 2 Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar, Senin (24/7/2017).

Swd mengakui, aktivitas tambang yang dilakukannya bersama dengan empat orang warga lainnya selama dua bulan terakhir.

Dia lah yang memiliki mesin termasuk lokasi lahan yang di tambang tersebut. Lokasi itu, dulunya memang areal tambang emas tetapi sudah lama ditinggalkan.

"Kami mencoba menambang tetapi hasilnya tidak banyak sehari antara satu hingga satu setengah gram. Kami terus menambang berharap bisa mendapatkannya lebih banyak," katanya.

Menurutnya, emas yang didapat dari hasil menambang ini dijual ke Martapura dengan harga Rp465 ribu pergram. Satu minggu, biasa dapat sekitar delapan gram.

Setelah dipotong biaya solar sekitar Rp 200 ribu perhari barulah hasilnya dibagi lima.

"Tidak banyak sih hasilnya. Kami pun mengerjakanya setengah hari saja," ujar Swd. Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete dalam presa release kepada awak media menjelaskan Swd diamankan bersama sejumlah pekerja dalam giat operasi Peti Intan Polda Kalsel 2017.

Namun, hanya Swd yang kemudian ditetapkan tersangka karena yang lainnya hanyalah pekerja. Aktifitas tambang emas yang dijalankan oleh SWD ini memang telah menjadi target operasi Polres Banjar dalam operasi peti kali ini.

"Tersangka melakukan aktifitas tambang emas di aliran Sungai Takuti yang memanjang dari Tala hingga Kabupaten Banjar sehingga dampaknya bisa berbahaya terhadap lingkungan karena mereka menggunakan air raksa untuk menyatukan emas," terang Kapolres.

Menurut Kapolres, aktivitas tambang emas mereka ini bisa hasilkan delapan gram emas perpekannya. Selama dua bulan beroperasi, mereka sudah menghasilkan sebanyak 64 hingga 65 gram emas.

Saat ini pihaknya masih menelusuri kemana emas yang mereka tambang dijual apakah ada pengumpul ataukah dijual sendiri. "Kami telusuri karena emas yang mereka dapatkan ini masih emas mentah masih perlu diolah lagi," katanya.

Penulis: Hari Widodo
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help