Siswa SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin Ini Wakili Kalsel pada Lomba Piano Nasional 2017

Sebut Rahil yang meraih juara pertama Lomba Piano Solo Klasik 2017 se-Kalsel. Bahkan ia akan mewakili Kalsel ke FLS2N nasional di NTT September nanti

Siswa SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin Ini Wakili Kalsel pada Lomba Piano Nasional 2017
istimewa
Rahil bersama Kepsek SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jiwa seni siswa SMK Muhammadiyah 3 di Jalan Mangga, Banjarmasin, ini tak perlu diragukan lagi. Sebenarnya di sekolah ini tidak ada jurusan seni, tapi beberapa siswanya mampu mengguncang Banua ini.

Prestasi gemilang bidang seni pernah mereka raih. Beberapa waktu lalu, mereka menjadi juara Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Provinsi Kalsel maupun Kota Banjarmasin.

Sebut saja nama Rahil yang berhasil meraih juara pertama Lomba Piano Solo Klasik 2017 se- Kalsel. Bahkan ia akan mewakili Kalsel ke FLS2N tingkat nasional di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, 20 September 2017 mendatang.

"Saya tak menyangka sama sekali meraih juara lomba piano Solo Non Seni, karena persiapan hanya satu bulan," ucap siswa kelas XI Jurusan Teknik Komputer Jaringan ini, Minggu (30/07/2017).

Apalagi, lanjut dia, sebelumnya basic seninya adalah pemain drumer. "Untungnya saya pernah belajar teknik dasar bermain piano sehingga ketika di sekolah diminta mencoba bermain piano, tidak begitu kesulitan," ucapnya.

Dikatakannya, lomba yang dipertandingkan piano klasik. Jadi, teknik permainannya berbeda dengan main piano biasa. "Selama sebulan saya latihan intensif tentang latihan teknik penjarian dan lagu yang bakal dibawakan," bebernya.

Selain itu dirinya juga mempelajari lagu Minuet in G ciptaan Ludwig Van Beethoven. "Lagu ini kan klasik sehingga cukup sulit memainkannya. Pas permainan tengah ada tempo cepat dan saya harus fokus memainnya," tegasnya.

Menghadapi event tingkat nasional, Rahil akan berlatih lebih giat lagi. Apalagi pada lomba nanti menggunakan Grand Piano berukuran besar, sedangkan saat latihan pakai keyboard.

"Saya diminta guru sekolah supaya menekan keyboard lebih keras saat latihan. Sebab, tut Grand Piano lebih berat dibanding keyboard," jelasnya.

Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi, Senin (31/07/2017).

(syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help