Kriminalitas Banjarmasin

ASN BPOM Jadi Tersangka, Polisi Sita 40 Juta Butir Pil Carnophen

‘Pil jin’ senilai Rp 7 miliar itu diduga melibatkan seorang Aparatur Sipil Negera (ASN) yang bekerja di BPOM Banjarmasin.

ASN BPOM Jadi Tersangka, Polisi Sita 40 Juta Butir Pil Carnophen
Halaman 1 Harian Metro Banjar Edisi Cetak Selasa (1/8/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Petugas gabungan dari Intel Sat Brimob Polda Kalsel dan Subdit 1 Direktorat Narkoba Polda Kalsel berhasil mengamankan 40 juta butir pil Carnophen dari sebuah gudang di Jalan Cempaka XIII RT19, Kelurahan Mawar, Banjarmasin Tengah.

‘Pil jin’ senilai Rp 7 miliar itu diduga melibatkan seorang Aparatur Sipil Negera (ASN) yang bekerja di Bagian Barang Milik Negara Balai Besar BPOM Banjarmasin, H Jali.

Informasi diperoleh, penggerebekan gudang Carnophen Minggu (30/7) malam itu bermula dari diamankannya seseorang penjual Carnophen berinisial B di Banjar Permai. Petugas gabungan yang dipimpin Kasubdit 1 Kompol Ugeng langsung melakukan penyidikan dengan menginterogasi B.

Kepada polisi B mengaku Carnophen itu dibelinya dari H Jali. Petugas gabungan pun langsung menghubungi Jali dengan berpura-pura mau membeli Carnophen. Saat menyerahkan Carnophen sebanyak satu koli petugas gabungan langsung menangkap Jali.

Sekitar pukul 22.30 Wita, petugas gabungan menggeledah sebuah gudang di Jalan Cempaka XIII RT19, Kelurahan Mawar, Banjarmasin Tengah. Petugas gabungan pun terkejut, di gudang itu ditemukan ratusan koli yang diduga berisi obat Carnophen.

Usai menggeledah gudang, petugas gabungan menggeledah rumah H Jali, yang berada di depan gudang tersebut. Di rumah Jali petugas tak menemukan barang. Namun di rumah itu terlihat ibu-ibu seperti syok dan menangis.

Saat ditanya Metro Banjar siapa pemilik Carnophen dan barang lainnya di gudang itu, Jali mengatakan milik Haidir. “Tadi ada yang mau membeli dan saya layani. Barang-barang dan gudang itu punya Haidir,” ujarnya.

Direktur Narkoba Kombes Jimy A Anes didampingi Kasubdit 1 Kompol Ugeng S, Minggu (30/7) malam, mengatakan perhitungan sementara jumlah barang yang disita sebanyak 250 koli. "Jumlah sementara sekitar 250 koli, kalau dinilaikan sekitar Rp 7 miliar," ujarnya.

Saat dikonfirmasi Senin (31/7) siang, Jimmy mengungkapkan pihaknya sudah menetapkan Jali sebagai tersangka. “Pemeriksaan terhadap Jali masih kami lakukan,” ujarnya.

Kepala Balai Besar BPOM Banjarmasin Drs Sapari Apt M Kes mengatakan pihaknya tetap
berkomitmen melakukan pemberantasan obat ini. “ASN yang terlibat akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku, kalau perlu dipecat," ujarnya.

Sapari mengaku belum mengetahui sejauh mana ketelibatan anak buahnya dalam kasus jutaan pil Carnophen tersebut. “Yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan pihak kepolisian,” ujarnya.

Anggota DPRD Kalsel menyayangkan keterlibatan seorang pegawai Balai Besar BPOM di Banjarmasin dalam kasus Carnophen tersebut. “Kalau sampai Rp 7 miliar itu kan besar. Wajar kalau ASN yang terlibat dipecat," kata Ketua Komisi 1 DPRD Kalsel, Syahdillah.

Syahdillah mengatakan Komisi I akan terus mendorong pembentukan perda obat bebas terbatas yang masuk dalam golongan narkoba ini. "Kami lagi menggarap Perda Zenith. Sanksinya atau bagaimana nantinya akan ditambah. Kalau hanya ukuran sembilan bulan atau enam bulan bebas itu dirasakan masih kurang," ujarnya. (dwi/lis)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Cetak Selasa (01/08/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved