Berita Hulu Sungai Tengah

Dua Pejabat Ini Dipanggil Kejati Kalsel Terkait Dugaan Korupsi Rp 5 Miliar di PDAM HST

Setelah resmi dinaikkan ke penyidikan umum, Kejaksaan Tinggi mulai langsung bergerak melakukan pemanggilan-pemanggilan pihak terkait dalam kasus dugaa

Dua Pejabat Ini Dipanggil Kejati Kalsel Terkait Dugaan Korupsi Rp 5 Miliar di PDAM HST
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Abdul Muni 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah resmi dinaikkan ke penyidikan umum, Kejaksaan Tinggi mulai langsung bergerak melakukan pemanggilan-pemanggilan pihak terkait dalam kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Hulu Sungai Tengah.

Senin (31/7/2017) penyidik memanggil dua orang yakni penjabat pembuat komitmen (PPK) serta pihak dari PDAM HST dalam hal ini Direktur Utamanya.

Info diperoleh BPost Online pihak yang dimintai keterangan adalah PPK bernama Rina Untari.

Kemudian Dirut PDAM yang baru yakni Kodriadi, pemeriksaan keduanya sendiri untuk memintai keterangan seputar proyek penyertaan modal di perusahaan air minum daerah ini.

Untuk PPK sendiri dimintai keterangan berkenaan dengan kontrak+kontrak yang ada para proyek penyertaan modal tersebut.

Sementara itu Dirut PDAM HST, Kodriadi, yang dicegat usai pemeriksaan, mengiyakan dirinya memberikan keterangan kepada penyidik.

Ia mengatakan tak terlalu mengetahui permasalahan karena baru masuk di PDAM HST baru yakni 2016.

"Saya tak terlalu tau permasalahan karena baru di PDAM," ujarnya sambil berlalu.

Sebelumnya, penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan saat ini tengah melakukan penyidikan di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Hulu Sungai Tengah.

Ini karena adanya kerugian negara sebesar Rp 5 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi ( Kajati) Kalsel, H Abdul Muni, dalam jumpa pers di HUT Adhyaksa ke 57, Sabtu (22/7) pagi mengungkapkan saat ini pihaknya tengah melakukan penyidikan kasus pada PDAM HST.

"Kerugiannya senilai Rp 5 miliar, " tandas Muni. (BANJARMASINPOST.co.id/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved