Berita Banjarmasin

Inilah Sanksi dari Kepala BPOM untuk PNS yang Terlibat Jual Carnophen

Diciduknya satu ASN/PNS dari Balai Besar POM di Banjarmasin oleh petugas gabungan tak membuat pihak BPOM berkecil hati. Pihaknya pun tetap mendukung

Inilah Sanksi dari Kepala BPOM untuk PNS yang Terlibat Jual Carnophen
BANJARMASINPOST.co.id/irfani rahman
Petugas menggeledah ruangan yang berisi ratusan koli Carnophen. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Diciduknya satu ASN/PNS dari Balai Besar POM di Banjarmasin oleh petugas gabungan tak membuat pihak BPOM berkecil hati.

Pihaknya pun tetap mendukung pemberantasan obat tanpa izin edar yang tengah digaungkan saat ini.

Namun tak urung adanya penangkapan ini membuat pihak Balai Besar POM di Banjarmasin pun mendatangi Direktorat Narkoba Polda Kalsel.

Kepala Balai Besar BPOM di Banjarmasin, Drs Sapari Apt, M.Kes sempat terlihat di Direktorat Narkoba pada Senin (31/7) siang.

Dengan tegas ia mengatakan pihaknya tetap komitmen untuk melakukan pemberantasan obat ini.

Dimana siapa pun anggota atau PNS yang terlibat obat-obatan baik penyalahgunaan dan peredaran akan pihaknya tindak tegas.

"Jika terlibat akan kita tindak tegas sesuai dengan ketentuan apabila ia PNS, kalau perlu dipecat," paparnya.

Bagaimana keterangan yang bersangkutan, Sapari mengatakan pihaknya belum mengetahui dan masih pihaknya dalami karena saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan pihak kepolisian.

Dirinya pun kesini (Polda, Red) untuk niat baik karena selama ini pihaknya berkomitmen melakukan pemberantasa carnophen yang mana siapa pun terlibat tentunya akan pihaknya tindak tegas.

"Siapa pun yang terlihat, tentunya akan tegas, siapa pun angota terlibat, atau saya sendiri jika terlibat penyalahgunaan carnophen," paparnya. (BANJARMASINPOST.co.id/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved