Berita Kabupaten Banjar

Jalan Rusak Bikin Proyek Mangkrak, Perekonomian Warga Beruntung Baru Ikut Terganggu

Kerusakan jalan kabupaten tersebut, sebetulnya tidak hanya membuat pelebaran jalan menjadi mangkrak, tapi juga menggangu perekonomian warga.

Jalan Rusak Bikin Proyek Mangkrak, Perekonomian Warga Beruntung Baru Ikut Terganggu
Halaman 3 Harian Metro Banjar Edisi Cetak Selasa (1/8/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sudah sebulan, proyek pelebaran jalan dilakukan warga Muara Halayung, Kecamatan Beruntung Baru, mangkrak.

Padahal proses penyelesaiannya hampir memasuki babak akhir karena sudah memasang siring sepanjang sekitar 800 meter. Namun lantaran kendala akses jalan yang rusak, membuat pengangkutan material tanahnya menjadi tertunda.

"Mungkin sekitar separo siring lagi yang belum teruruk tanah. Padahal pekerjaan pelebaran jalannya, tinggal sedikit lagi," ungkap Misran, Kepala Desa setempat, Senin (31/7) siang.

Kerusakan jalan yang berstatus kabupaten tersebut, sebetulnya tidak hanya membuat pelebaran jalan menjadi mangkrak, tapi juga menggangu perekonomian warga. Utamanya, saat mereka memasarkan hasil pertanian dan perkebunan. Dampaknya, menimbulkan kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok.

"Kalau kerusakan jalannya, hampir sekitar delapan kilometer lebih. Biasanya, banyak mobil lalu-lalang membeli hasil pertanian warga. Sekarang jumlahnya berkurang lantaran tidak ingin ambil risiko dengan jalan rusak," imbuh Kepala Desa tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Mohammad Hilman, saat dikonfirmasi, mengatakan, pelaksanaan perbaikan jalan di sepanjang Kecamatan Beruntung Baru akan dilakukan tahun ini juga.

Penetapan pemenang lelang, katanya, juga sudah memasuki tahap penunjukan. Tetapi, masih menunggu penandatanganan kontrak sebelum dilaksanakannya proses pengerjaan. "Mudah-mudahan, minggu ketiga Agustus mendatang sudah dimulai pengerjaannya," lontar dia.

Sedangkan mengenai panjang jalan yang nanti akan mendapatkan penanganan, yakni sekitar 10,5 kilometer. Namun begitu, perbaikan tidak seluruhnya optimal dilaksanakan. Mengingat, keterbatasan anggaran yang teralokasi.

"Pengerjaan tetap dilakukan sepanjang 10,5 kilometer. Tapi dalam hal penanganan, tidak seluruhnya maksimal karena ada yang bersifat efektif atau ada juga yang hanya fungsional," pungkasnya. (gha)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Cetak Selasa (1/8/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved